Lestarikan Desa, Gusti Bayu Launching Single “Desa Suwug”

(Dutabalinews.com), Lama hijrah di Jakarta dan berkecimpung dalam industri musik nasional tak membuat Gusti Ketut Bayu Bimantara lupa akan kampung halamannya. Ia bahkan kini memutuskan hadir di tengah masyarakat Bali dengan bersolo karir menuangkan ide serta kegemarannya dalam bermusik dan aksi sosial. Gusti Bayu kini siap merilis single terbaru berbahasa Bali “Desa Suwug”, setelah lama berkarir di belakang panggung memproduseri musisi lain di antaranya Gusti Arya, Nikita Mirzani, Sunda Kecil dan Andy Reeves.

“Semua itu juga berkat dukungan keluarga dan warga,” ujar pria yang akrab disapa Gusti Bayu, Kamis (7/2) di Denpasar. Gusti Bayu mengatakan sejak lama ia bertekad untuk membuat lagu tentang desanya sendiri yaitu Desa Suwug Kecamatan Sawan Kabupaten Buleleng. Adik sepupu dari Roby Navicula ini sudah lama berniat untuk mengangkat nama Desa Suwug yang terinspirasi dari lingkungan sekitar karena kagum akan potensi desanya yang begitu besar, namun khawatir tergerus perkembangan zaman dan teknologi.

“Untuk itu saya menyempatkan diri berkeliling desa setelah sekian lama berada dalam hiruk pikuk Ibu Kota,” jelasnya. Gusti Bayu mengungkapkan yang tertuang dalam lagunya ini memang belum cukup mencakup potensi desanya. Karena begitu banyaknya yang bisa diangkat sedangkan durasi lagu hanya sekitar 4 menit.

Baca Juga :   Sambut Hari Ibu, PLN Bali Gelar Lomba Masak dan Pawai Molis

Namun dengan lagu itu, ia berharap agar masyarakat bisa semakin mengenal Desa Suwug dan warga desapun semakin bangga terhadap desanya sendiri dan ikut berupaya dalam menjaga kebersihan, kebudayaan, dan adat Desa Suwug.Di single kedua yang bergenre pop ini, Gusti Bayu menuturkan proses pengerjaannya memang cukup menyita waktu dan pikiran, dikarenakan terdapat instrumen apik mulai rindik, gamelan, gong dan lainya.

Dalam pengerjaan video klip ini, ia didukung oleh team kreatif Supercond Music. Harapnya, masyarakat Bali memaknai arti dari lagu ini karena memang diciptakan untuk bisa diadaptasi oleh desa lain. “Lagu ini memiliki arti yang sangat dalam namun mudah di mengerti,” paparnya. Ditambahkan ini sebagai lagu kedua dari album yang akan dikeluarkannya di penghujung tahun. Gusti Bayu yang juga merupakan Jro Mangku serta tokoh muda kebersihan lingkungan ini berharap umat sedharma tidak luput dari 3 kerangka dasar Tri Hita Karana yang salah satunya adalah hubungan harmonis dengan alam. (sus)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar