Ekonomi & Bisnis

Driver Konvensional Minta Layanan Aplikasi Taxi Online Ditutup

(Dutabalinews.com),Pertemuan antara Perusahaan Daerah (Perusda) Bali dengan para driver konvensional di Dinas Perhubungan Bali, Kamis (9/5/3019) berjalan alot.

Pasalnya, pihak Perusda yang mencoba menawarkan E-transportasi berbasis aplikasi justru ditolak. Pihak driver konvensional menginginkan aplikasi yang sudah ada seperti Go Jek dan Grab ditutup.

Perbedaan persepsi ini menyebabkan pertemuan berjalan alot bahkan terkesan memanas. IB Kesuma Narayana dari Perusda Bali selaku inisiator pertemuan awalnya berusaha menjelaskan konsep yang ditawarkan. Namun disela oleh perwakilan driver konvensional dengan mengatakan bahwa kedatangan mereka bukan untuk membicarakan online.

Tapi bagaimana menutup taxi online (taxol) yang sudah ada seperti Grab dan Go Jek. “Mereka itu (taxol, red) sudah menyengsarakan kami selaku transportasi yang sudah bertahun-tahun berusaha,” sebut perwakilan salah satu driver konvensional dengan lantang.

Sepakat dengan apa yang disampaikan rekannya, perwakilan driver konvensional dari BTB menyebutkan, kehadiran taxol juga mengakibatkan gesekan. Ia berpendapat taxol ini sebenarnya bisa ditutup oleh Gubernur. Para driver juga menegaskan sebelum berbicara soal kebijakan taxi online oleh Perusda sebaiknya taxi online yang ada ditutup dulu, kalau ingin membuat taxi online Bali. “Gubernur kan memiliki wewenang menutup. BTB ingin ketemu dengan Gubernur Bali sesuai dengan janji sewaktu kampanye lalu,” ujar Jero Mekel, perwakilan BTB.

Meski demikian diakhir pertemuan ia berusaha meminta perwakilan driver konvensional untuk bersama-sama terlibat dalam pembuatan aplikasi yang katanya bisa dimiliki oleh driver konvensional yang ada di Bali.

“Beberapa poin yang ditawarkan perusda di antaranya Grab atau Go Jek dilarang masuk ke kantong-kantong wisata, pelarangan hanya berlaku untuk roda 4 atau pelarangan berlaku bagi semua jenis kendaraan baik roda dua ataupun roda empat,” katanya menawarkan opsi pada driver konvesional sembari menegaskan melalui kewenangan gubernur akan menutup aplikasi taxi online.

IB Narayana dalam kesempatan ini menyatakan aplikasi yang ditawarkan dalam 24 minggu ke depan sudah siap dijalankan, namun pihaknya memerlukan sumber daya dari pihak driver konvensional untuk menjalankan aplikasi tersebut. Untuk itu awalnya ia meminta 3 orang perwakilan, namun ditolak hingga masing-masing perwakilan yang ada menunjuk satu driver untuk dibina. (abt)

Berikan Komentar