Antaredja Law Office Diresmikan, Antaguna,M.H.: Tinggi Masalah Orang Asing di Bali

(Dutabalinews.com),Masalah orang asing yang ada di Bali cukup tinggi. Karena itu banyak diperlukan pengacara korporasi yang profesional untuk membantu menyelesaikannya.
Pengacara Nyoman Gede Antaguna,S.E.,S.H., M.H. mengatakan hal itu di sela-sela peresmian Kantor Antaredja Law Office di Jalan Bedahulu Nomor 22 Denpasar, Sabtu (29/6/2019).

Peresmian yang dihadiri puluhan pengacara ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua KAI Nyoman “Ponglik” Sudiantara. Ponglik pada kesempatan itu menyatakan kebanggaannya kepada Antaguna,M.H.
yang dinilai sukses dan berhasil mendirikan kantor sendiri yang cukup megah ini.

“Ini tentu bukan perjuangan yang gampang. Namun jalan masih panjang. Ini titik awal untuk sebuah dedikasi yang profesional,” ujar pengacara senior ini. Ponglik juga mengingatkan kepada jajarannya agar jangan sampai melacurkan profesi dalam menjalankan tugasnya.

Pertarungan sekarang ini sangat sengit. “Jadi harus profesional dalam menjalankan tugas. Sebagai catur pilar penegak hukum, advokat harus profesional,” tegasnya.

Sementara Antaguna,M.H. mengatakan Bali sebagai daerah pariwisata terkenal tidak hanya dikunjungi turis tapi juga banyak kegiatan dan bisnis yang dilakukan orang asing di daerah ini. Sehingga kehadiran pengacara yang menekuni bidang korporasi sangat dibutuhkan.

Baca Juga :   Pileg 2019, Koster: Suara PDI Perjuangan Bali Naik Drastis

“Bali memerlukan banyak pengacara korporasi. Saat ini jumlahnya masih sedikit. Jadi saya berharap anak muda mau terjun dan menekuni dunia ini,” ujar Owner Antaredja Law Office ini.

Masalah di dunia korporasi cukup banyak. Ini dapat dilihat dari banyaknya pengacara luar masuk ke Bali. “Jadi saya berharap anak muda mau terjun ke bidang ini. Prospeknya sangat bagus,” tambah Antaguna yang tengah menempuh program S3 bidang hukum ini.

Ditambahkan klien yang membutuhkan pengacara korporasi kebanyakan turis asing serta ekspatriat sehingga penguasaan bahasa asing sangat diperlukan. “Sebagian besar bermasalah, seperti menyangkut statusnya. Masalah tanah juga tinggi,” jelas Antaguna yang sejak lama terjun di korporasi ini sehingga jarang terjun ke pengadilan.(bas)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar