Pariwisata & Budaya

Terjalin Sejak Lama, Akulturasi Budaya China – Bali Dapat Tingkatkan Pariwisata

(Dutabalinews.com),Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace) membuka pertemuan Indonesia – China Cultures and Tourism Investment Summit, di Hotel Mulia , Badung , Jumat (28/6/2019).

Dalam sambutannya, Wagub Cok Ace menyampaikan hubungan antara China dan Bali sudah terjalin erat sejak puluhan abad silam. Hal ini terlihat dari banyaknya jejak peninggalan dan pengaruh kebudayaan China dalam masyarakat Bali. Seperti penggunaan uang kepeng di Bali dengan nama pis bolong serta upacara kematian yang menggunakan lampu lampion atau damar kurung.

Begitu kuatnya akulturasi budaya antara masyarakat China dan Bali ke depannya hendaknya terus ditingkatkan dari masa ke masa termasuk di dalamnya pengembangan pariwisata Bali khususnya.

“Wisatawan China menempati urutan pertama kunjungan wisatawan asing ke Bali, dan dari tahun ke tahun jumlahnya terus meningkat. Untuk itu jalinan kerja sama agar semakin ditingkatkan khususnya bagi pengembangan pariwisata kedua belah pihak,” bebernya.

Lebih jauh, Wagub Cok Ace menyampaikan Pemprov Bali berkomitmen tinggi dalam meningkatkan kualitas pariwisata yang dilakukan dengan berbagai pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata.

Di sisi lain, jasa pelayanan baik sumber daya manusia maupun sistemnya juga terus ditingkatkan. Dengan demikian Bali dapat memberikan layanan terbaik bagi wisatawan.

Dalam acara yang turut dihadiri oleh Konsul Jenderal China di Bali juga dilakukan pemaparan terkait potensi pengembangan pariwisata Bali khususnya Kabupaten Badung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra. (rus)

Baca Juga :   IPSA Bali Gelar Paket Reuni dan Temu Kangen, Sambil Rekreasi di Kebun Tanaman Obat Pak Oles

Berikan Komentar