Upah Tak Dibayar, Aniaya Korban Hingga Tewas Dituntut 18 Tahun Penjara

(Dutabalinews.com),M. Chusen (37 tahun), pelaku penganiayaan pasangan suami istri yang berujung tewasnya korban, Hoo Sigit Pramono (50) dituntut hukuman 18 tahun penjara.

Jaksa Penuntut Umum Dina Sitepu, dalam sidang di PN Denpasar, Kamis (19/9/2019), menilai pria asal Jombang, Jawa Timur ini bersalah dengan sengaja dan terencana melakukan tindakan merampas atau menghilangkan nyawa orang lain.

“Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 340 KUHP dan Pasal 351 Ayat 2 KUHP,” ucap jaksa dalam sidang yang diketuai I Gusti Ngurah Putra Atmaja.

Perbuatan terdakwa dilakukan karena saat menagih uang upah kerja kepada korban sebesar Rp9 juta, namun korban justru membentak dan mengatakan sudah tidak ada uang lagi.

Saat itu terdakwa langsung pergi meninggalkan rumah korban. Kemudian
Selasa 26 Februari 2019 pukul 03.00 Wita, terdakwa pamit kepada istrinya untuk pulang kampung dengan membawa sepeda motor.

Dalam perjalanan, terdakwa kembali terngiang soal uang upah yang belum dibayarkan oleh korban. Saat itu terbesit untuk meluapkan dendamnya dan ia pun kembali ke rumah korban di Perum Polri Jalan Imam Bonjol 326 Blok B-6 Denpasar Barat.

Baca Juga :   Lestarikan Lingkungan, Ikatan Alumni ITB Tebar 10 Ribu Bibit Ikan Koi di Danau Buyan

Sebelum tiba di rumah korban, terdakwa mampir ke sebuah proyek bangunan dan masuk ke bedeng dapur. Jarak antara lokasi ini dengan rumah korban hanya sekitar 6 meter. Di tempat ini terdakwa mengambil pisau dapur dan sebilah bambu panjang 115 cm yang sudah di runcingi.

Selanjutnya terdakwa berjalan ke rumah korban sambil berteriak di depan pagar memanggil korban. Sempat terjadi cekcok dan terdakwa intinya tetap menuntut uang upah kerjanya diberikan. Namun tetap dijawab korban tidak ada.

Saat itu terdakwa langsung menghujamkan pisau dapur ke arah perut korban. Itu dilakukan sebanyak dua kali, karena gagang pisau lepas, melihat korban masih berdiri, terdakwa mengambil bambu yang telah dipersiapkan dan memukul ke arah kepala dan badan korban berkali kali hingga tersungkur.

Rupanya teriakan korban didengar istri korban, Dian Indah Permatasari. Melihat istri korban keluar rumah, terdakwa langsung sembunyi.
Saksi berteriak melihat korban penuh darah sambil memeluk dan minta tolong. Saat itu terdakwa langsung memukul saksi korban berkali kali dengan bambu.

Baca Juga :   Rayakan HUT ke-53, Panglima Hukum Dr. (C) Togar Situmorang Gelar Donor Darah

Syukurnya peristiwa itu diketahui warga dan terdakwa berhasil diamankan. Akibat kejadian ini, korban dan istrinya harus menjalani rawat inap. Sayangnya korban yang mengalami luka cukup parah, nyawanya tidak tertolong. (bro)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar