Dikebut, Perluasan Pembangunan Pabrik Pupuk Cair EM4 di Bengkel Buleleng

(Dutabalinews.com),Perluasan pembangunan pabrik pupuk cair Effective Microorganisme (EM4) di Desa Bengkel, Kabupaten Buleleng, Bali terus dikebut agar dapat diselesaikan tepat waktuj, meskipun sempat tersendat selama 60 hari akibat pandemi Covid-19.

“Niat dan semangat melanjutkan pembangunan tidak pernah surut. Dalam bekerja, ada waktu istirahat, sakit, atau berhenti sebentar, itu boleh boleh saja, asal jangan semangat jadi kendor atau hilang,” kata Direktur Utama PT. Karya Pak Oles Grup, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr di Denpasar, Sabtu (6/6).

Ia mengingatkan, jajaran manajemen dan seluruh karyawan perusahaan yang berbasis obat-obatan tradisional itu untuk memelihara api semangat di dalam pikiran untuk terus melanjutkan usaha bisnis di masa new normal. “Kami sampaikan terima kasih kepada tim pembangunan perluasan pabrik EM yang telah bekerja keras dan tetap semangat dalam bekerja. Lanjutkan. Jangan kasih kendor,” ujar Pak Oles yang selalu memotivasi jajaran manajemen dan karyawan untuk senantiasa melaksanakan aktivitas yang diemban dengan baik.

Pabrik pupuk EM di Bengkel berada dalam satu kawasan dengan pabrik Industri Obat Tradisional PT Karya Pak Oles Tokcer, totalnya setelah perluasan mencapai 5.000 meter persegi (50 are) atau bersebelahan dengan gedung Institut Pengembangan Sumberdaya Alam (IPSA) Bali. Pabrik pupuk EM Bengkel, Buleleng merupakan salah satu dari tiga pabrik pupuk organik yang dikelola PT Songgolangit Persada yang bernaung di bawah bendera PT Karya Pak Oles Grup.
Dua pabrik lain meliputi di Desa Bantas, Kabupaten Tabanan, Bali dan pabrik di Bojong Gede Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga :   Selama Cuti Bersama dan Tahun Baru, CIMB Niaga Andalkan Fasilitas Digital Banking 

Pabrik EM4 di Desa Bengkel diarahkan untuk memenuhi kebutuhan petani di Indonesia bagian tengah dan Indonesia Timur yang dikirim melalui Surabaya, Jatim. Dari Pelabuhan Tanjung Perak didistribusikan ke daerah-daerah di Sulawesi, Kalimantan, Maluku, Nusa Tenggara Barat hingga Papua.

Pabrik di Bojong Gede memproduksi pupuk cair EM4 untuk sektor pertanian, pabrik di Bengkel, Kabupaten Buleleng, Bali membuat pupuk EM untuk pertanian dan mengatasi limbah serta pabrik di Bantas, Tabanan memproduksi pupuk untuk sektor peternakan dan perikanan. Produksi pabrik di Bojong Gede diarahkan untuk memenuhi konsumen di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga daerah-daerah di Sumatera. Sedangkan produksi di Pabrik Bantas untuk memenuhi kebutuhan pasar di Bali dan sebagian Jawa Timur.

Penjualan pupuk ramah lingkungan untuk sektor pertanian, perikanan, peternakan dan limbah di masa pandemi Covid-19 cukup stabil, karena pengiriman tetap dilakukan dengan prosedur yang telah ditetapkan yakni penyemprotan disinfektan terhadap semua jenis truk yang mengangkut barang, sebagai upaya antisipasi dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar