Trisno Nugroho: Bali Bisa Kembangkan Sektor Pertanian Saat Covid-19

(Baliekbis.com),Bali sesungguhnya masih bisa bertahan bahkan bertumbuh di saat pandemi Covid-19 ini.

“Bali memiliki potensi sektor pertanian yang kuat dan UMKM-nya sudah teruji dan sangat tangguh. UMKM ini sangat fleksibel dibandingkan usaha besar sehingga menjadi the future of business,” ujar Kepala Perwakilan KPwBI Provinsi Bali Trisno Nugroho pada acara Obrolan Santai BI Bareng Media, Selasa, (23/6/2020).

Trisno mengakui ada pelambatan ekonomi, apalagi banyak warga yang work from home. Di triwulan I 2020 terjadi pertumbuhan hingga -1,14. Kemungkinan di triwulan II saat ini juga sudah turun lagi lebih dari angka tersebut. Tapi kalau (pariwisata) Bali sudah bisa dibuka, tentu pertumbuhan akan terjadi dan bisa lebih baik.

“Triwulan III ini diharapkan bisa dinamis dan ada gerakan peningkatan.
Kita optimis, pertanian sebagai salah satu andalan ekonomi bisa tumbuh. Ini terlihat dari hasil pertanian yang sangat bagus,” jelas Trisno.

Ia mencontohkan klaster binaan BI pada budidaya cabai di Karangasem yang hasilnya sangat bagus. Di Jembrana ada kakao dan bawang putih di Buleleng yang juga hasilnya sangat menjanjikan. Budidaya udang paname juga potensi ekonominya besar.

Baca Juga :   BI Resmikan Rumah Coklat di Jembrana, Kakao Bisa Jadi Primadona

Trisno menambahkan, selain Denpasar, Badung dan Gianyar, enam kabupaten lainnya sektor dominannya adalah pertanian. Memang diakui dalam perkembangannya pariwisata menjadi pilihan. Sebab kalau pertanian tak bisa lebih produktif dari pariwisata maka akan ditinggalkan.

“Untuk mengangkat pertanian ini bisa dilakukan dengan memasukkan teknologi seperti penggunaan bibit unggul, pupuk,dll termasuk pengembangan subaknya. Kalau ini bisa dilakukan maka kita yakin pertanian bisa memberi kontribusi lebih besar,” jelas Trisno. Apalagi potensi pasarnya sangat besar. Banyak komoditas dari luar yang masuk Bali.

Di sisi lain, Trisno mengatakan pada Juni ini BI 7 Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) diturunkan 25 bps. Penurunan dilakukan setelah dua bulan berturut-turut BI mempertahankan suku bunga kebijakan, pada April dan Mei 2020.

Secara total, sepanjang 2020, BI telah menurunkan suku bunga sebanyak 75 bps. Menurut Trisno, suku bunga diturunkan sejalan dengan upaya menjaga stabilitas perekonomian dan mendorong pemulihan ekonomi di era Covid-19. (bas)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar