Selama Covid-19, Pak Oles: Selain Bertahan, Pengusaha Harus Lincah dan Pintar

(Dutabalinews.com),Di tengah pandemi Covid-19, sebuah perusahaan dengan struktur manajemennya tetap dituntut untuk memiliki semangat, dedikasi, kerja keras tanpa putus asa untuk mencapai tujuan. Dari sisi pengusaha, di tengah pandemi Covid-19 terjadi menurunnya daya beli, interaksi penjual dan pembeli semakin menurun kuantitasnya.

“Pengusaha dalam menghadapi kondisi yang kurang menguntungkan itu dituntut lebih kreatif, produktif dan inovatif untuk bisa menghasilkan produk barang dan jasa kepada konsumen secara lebih berkualitas, lebih cepat, lebih bagus dan harga lebih bersaing,” ujar Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M. Agr, Jumat (17/7/2020).

Dikatakan kreativitas dan inovasi pengusaha diuji dalam masa pandemi covid, bukan saja pengusaha harus mampu bertahan serta efektif dan efisien, namun juga harus lincah dan pintar.

Ibarat sekelompok kijang yang sedang merumput dan secara tiba-tiba dikejar gerombolan singa lapar. Kijang-kijang itu harus lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Kijang itu bukan saja harus berlari sekuat tenaga, tapi juga harus berpikir, bagaimana caranya agar selamat, tidak jatuh, tidak menabrak pohon atau dinding batu. Kijang juga harus bisa mengatur nafasnya dan irama larinya agar tidak mudah lelah.

Baca Juga :   Prof. Higa Apresiasi Beroperasinya Pabrik PRO EM-1 di Indonesia, Mampu Tingkatkan Hasil Pertanian dan Kesehatan

Kijang juga harus pintar mengecoh gerakan singa, dengan lompatan tipuan ke kiri dan ke kanan, agar singanya cepat kelelahan, kehabisan tenaga. Hanya kijang yang pintar, enerjik, tahan fisiknya bisa selamat dari kejaran gerombolan singa. Kijang yang lemah, setres, tidak pintar, akan mati diterkam singa. “Kunci sukses pengusaha dalam menghadapi pandemi Covid-19 adalah terus berusaha secara maksimal, kreatif, produktif dan inovatif. Jangan menyerah, karena selalu ada jalan,” ujar pria yang akrab disapa Pak Oles.

Pengusaha harus terus waspada, jangan lengah untuk lebih efektif dan efisien, untuk melihat peluang dan mencoba peluang dari hal hal yang kecil, melakukan kerja sama bisnis secara terukur, sehingga tujuan usaha bisa tercapai dengan lebih mudah. Keuntungan adalah nafas usaha, maka selalu berusaha agar menghasilkan profit. Meski kecil, lama-lama bertambah besar. Seperti peribahasa Menabung diikit-dikit lama-lama jadi bukit.

Usaha usaha yang tidak membawa keuntungan hanya memberikan harapan palsu, secara perlahan-lahan dipangkas. Semua ada masanya, ada waktunya, termasuk iklim bisnis yang bagus atau tidak bagus. “Anggaplah masa pandemi ini musim paceklik, maka petani tidak boleh bermalas atau mengeluh di musim paceklik, dia harus terus bekerja lebih produktif, kreatif dan inovatif,” tutupnya. (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar