Pak Oles: Antisipasi Penurunan Daya Beli dengan Tingkatkan Kualitas Produk

(Dutabalinews.com),Direktur Utama PT Karya Pak Oles Tokcer, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr menegaskan, Minyak Oles Bokashi (Bokashi Rub Oil) dan belasan jenis produk unggulan lainnya yang diracik dari ratusan jenis tanaman obat harus terus ditingkatkan kualitasnya.

“Upaya tersebut diimbangi dengan meningkatkan mutu pelayanan, komunikasi dan informasi dengan konsumen (pelanggan) sehingga pemasaran tetap lancar untuk pasaran lokal di Bali, nasional dan pasaran dunia,” kata pria yang akrab disapa Pak Oles di Denpasar, Selasa (4/8).

Ia mengamini, pandemi Covid-19 memicu penurunan daya beli masyarakat. Untuk itu, bisa disiasati dengan meningkatkan kualitas dan jaringan distribusi pemasaran produk. Dengan begitu, suatu produk seperti Minyak Oles Bokashi yang selama ini digunakan untuk kesehatan tetap dicari dan diminati konsumen.

Menghadapi pandemi Covid-19, setiap pengusaha dituntut untuk lebih kreatif, lebih produktif dan lebih inovatif sehingga mampu menghasilkan produk barang dan jasa untuk konsumen yang berkualitas, lebih cepat, lebih bagus dengan harga yang bersaing. Pak Oles mengharapkan pengusaha dan semua pihak menghadapi pandemi Covid-19 harus tetap mengutamakan hidup sehat. Selain itu, melakukan hal-hal yang perlu dan penting, yang mampu memberikan manfaat.

Baca Juga :   Dampak Covid-19: Harga Emas Meningkat, Daging dan Bawang Putih Turun

Selain itu lebih memperhatikan pos-pos biaya yang tidak efisien, biaya-biaya yang besar diperkecil dengan pertimbangan, memangkas biaya yang tidak perlu dan menghilangkan biaya-biaya kecil. Pak Oles yang merintis usaha dari nol yang kini menjadi perusahaan berbasis obat-obatan tradisional terbesar di Bali juga menekankan dalam kegiatan operasional mengurangi atau mengganti pembiayaan yang tidak perlu sehingga menjadi hemat.

Pembiayaan tersebut menyangkut berbagai hal seperti biaya listrik, transportasi, komunikasi, sewa gedung, hotel, biaya rapat, makan dan kegiatan ritual (upacara). Demikian pula melakukan evaluasi terhadap biaya iklan atau pencitraan yang kurang mengena, memangkas biaya dan mengganti biaya yang lebih efisen. Pengusaha juga dituntut mencari strategi atau metode pemasaran, produksi dan inovasi yang efektif, efisien, tepat sasaran, ujar Pak Oles.(ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar