Hilangkan Kejenuhan di Pandemi Covid-19, Mahasiswa Diajak Berwirausaha

(Dutabalinews.com),Rektor Universitas Dwijendra Dr.Ir.I Gede Sedana, M.Sc.M.MA mengatakan untuk menghilangkan kejenuhan di Pandemi Covid-19 ini, pihaknya mengajak seluruh mahasiswa untuk bisa berwirausaha.

Sementara para dosen yang ada di masing-masing Fakultas di Universitas Dwijendra juga rutin memberikan pelatihan kewirausahaan kepada para mahasiswa lewat daring.

“Karena kita tahu kalau di Pandemi Covid-19 ini untuk melakukan tatap muka masih belum dibolehkan,” ujarnya, Jumat (2/10).

Dikatakan, pendidikan kewirausahaan tidak semata-mata mahasiswa hanya dibekali teori saja, melainkan langsung praktek. Buktinya banyak mahasiswa di Universitas Dwijendra setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan berhasil.

Contohnya dalam pengembangan hasil kebun yang dibudi dayakan dimasing-masing pekarang rumah seperti sayuran. Ketika hasil kebunnya panen mahasiswa langsung menjualnya lewat media sosial (medsos).

“Sebetulnya saya selaku Rektor sendiri merasa sangat bangga dengan apa yang dikerjakan oleh mahasiswa lewat berwirausaha di Pandemi Covid-19. Selain itu, masyarakat juga merespon baik, sebab mahasiswa bisa menghilangkan kejenuhan lewat berwirausaha,” terangnya.

Sembari menyampaikan selain mahasiswa tetap di fokuskan pada pelatihan kewirausahaan. Pihak Universitas Dwijendra juga rutin melaksanakan kegiatan seminar lewat daring.

Baca Juga :   Walikota Rai Mantra Dukung Chris Jhon Foundation Bali, Ajang Wahana Pengembangan Tinju

Ini menyatakan bahwa di Pandemi Covid-19 para mahasiswa di Universitas Dwijendra tidak semata-mata hanya diam di rumah saja, namun banyak hal yang kami ajak lakukan. Karena para dosen dimasing-masing Fakultas sendiri sudah membuat grup WhatsApp.

Kapan pun mahasiswa di ajak untuk berdiskusi, mengerjakan tugas kampus atau lainnya. Para mahasiswa dimasing-masing Fakultas di Universitas Dwijendra sudah langsung dikomunikasikan melalui grup WhatsApp oleh para dosen pengajarnya.

“Intinya kami di Universitas Dwijendra setiap hari mengikuti perkuliahan, hanya sistem perkuliahanya saja beda yakni sekarang lebih banyak lewat daring,” imbuhnya.

Sembari menambahkan untuk tahun ajaran 2020/2021 di Universitas Dwijendra menerima Mahasiswa Baru (MaBa) sebanyak 300 orang mahasiswa. Paling banyak MaBa di Fakultas Hukum (FH).

“Walau dirasakan saat ini situasinya sulit baik dari segi ekonomi, pendidikan atau lainya. Kami di Universitas Dwijendra tidak akan henti-hentinya untuk terus berusaha memajukan dunia pendidikan agar lebih maju dan berkembang,” pungkasnya. (sus)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar