Reses Dr. Mangku Pastika, Ketua HNSI: Masyarakat Penting Dilibatkan dalam Penyusunan Ranperda RZWP3K Bali

(Dutabalinews.com),Masyarakat Tanjung Benoa Badung minta dilibatkan dalam penyusunan Ranperda RZWP3K Bali. Hal itu mengemuka saat Vidcom Anggota DPD RI Dr. Made Mangku Pastika saat mengadakan reses, Kamis (15/10).

Bali segera memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) Provinsi Bali Tahun 2020-2040. Perda RZWP3K inilah yang nanti akan melindungi wilayah pesisir Bali.  

Saat ini, dokumen final Ranperda RZWP3K Provinsi Bali Tahun 2020-2040 telah mendapat persetujuan substansi dari pemerintah pusat, melalui Surat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor B-371/MEN-KP/VII/2020 tertanggal 14 Juli 2020. Itu artinya, Ranperda RZWP3K Provinsi Bali sudah dapat diproses lebih lanjut menjadi Perda.

Penyerapan aspirasi yang mengangkat tema “Sinergitas Pengelolaan Kawasan Pesisir dan Pantai” ini dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja juga menghadirkan narasumber Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Bali I Nengah Manu Mudhita,M.M. dan Pengusaha Bahari Tanjung Benoa I Wayan Ranten serta dari Dinas Kelautan dan Perikanan Bali.
Ketua HNSI Bali Manu Mudhita meminta pemerintah Bali serius melindungi para nelayan yang kehidupannya tidak mendapatkan kepastian. “Posisi ekonomi nelayan selalu berada di garis marjinal,” ujar mantan Kadis Perikanan ini.

Baca Juga :   Curi Tas di Mall, Bule Australia Dituntut Enam Bulan Penjara

Dalam memastikan mereka (nelayan) dapat hidup sejahtera dan mampu bertahan dalam menghadapi persaingan dari kapal – kapal penangkap ikan pemodal besar. pihaknya mengharapkan Peraturan Daerah (Perda) Bali Nomor 11 Tahun 2017 tentang Bendega yang mengakomodir kearifan lokal nelayan bisa dimaksimalkan seperti halnya lembaga atau organisasi pertanian dengan subaknya.
 

Ia juga berharap semakin meningkat apabila Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) Bali dijalankan dan mengakomodir kebutuhan nelayan.

Sementara itu, Pengusaha Bahari Tanjung Benoa Ranten meminta Ranperda RZWP3K Bali melibatkan nelayan atau masyarakat Tanjung Benoa. Mengingat Tanjung Benoa sehari – hari berkecimpung di laut, hidup dari nelayanan maupun saat ini dari wisata bahari sebelum adanya pandemi COVID-19.

Dengan adanya pandemi, pihaknya meminta penyusunan Ranperda RZWP3K agar pihaknya dilibatkan sehingga tidak merugikan masyarakat maupun lingkungan.


“Saya tahu betul sejarah perkembangan Tanjung Benoa, dimana masyarakatnya hidup sebagai nelayan,” ungkap Renten. Untuk itu, Ranperda RZWP3K Bali agar disosialisasikan terlebih dahulu, mengingat selama ini pihaknya belum pernah dilibatkan.

Baca Juga :   Rudianto Pimpin DPC PBB Denpasar

Apalagi kondisi pandemi Covid-19 ini telah melumpuhkan ekonomi Tanjung Benoa hampir selama delapan bulan. “Masyarakat kini kembali menjadi nelayan selama pandemi dalam mempertahankan hidup,” jelasnya.

Sementara Anggota Komite II DPD RI Dr. Mangku Pastika Mangku Pastika yang juga anggota Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD sebagai perwakilan daerah di pemerintah pusat juga mengharapkan masyarakat ikut mengawal perencanaan Ranperda RZWP3K Bali. Upaya itu mencegah polemik dalam masyarakat apabila Perda itu ditetapkan.

Penyampaian aspirasi itu agar tetap mengedepankan etika dan budaya maupun sesuai dengan aturan yang ada. Peran partisipasi masyarakat begitu penting, mengingat banyak aturan belum tentu tepat diterapkan dalam masyarakat.

“Pembuat aturan kerap belum paham betul dengan kondisi riil di lapangan, maka penting melibatkan pihak – pihak terkait, termasuk tugas DPD saat ini menyampaikan masukan – masukan terhadap peraturan yang berlaku ataupun masih tahap perencanaan,” jelas mantan Gubernur Bali dua periode ini.

Di sisi lain Mangku Pastika menjelaskan besarnya potensi laut yang ada. Namun harus diakui karen keterbatasan pengetahuan dan sebagai warga merasa di zona nyaman, potensi yang luar biasa ini belum tergarap maksinal. “Kita kurang pintar dalam hal mengelola laut ini. Apalagi sudah merasa hidup di zona nyaman,” tegasnya. Di akhir penyerapan aspirasi Mangku Pastika diwakili Ketut Ngastawa menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat. (ist)

Baca Juga :   Lagi Sembilan Pasien Covid-19 di Bali Meninggal, Total 151 Orang


Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar