Cok Mirah: Utamakan Pembelajaran Daring, SMA Negeri 7 Masih Jadi Sekolah Favorit

(Dutabalinews.com),Walau di masa Pandemi Covid-19 dirasakan kepercayaan masyarakat untuk memilih SMA Negeri 7 Denpasar dari tahun ke tahun cukup tinggi.

Tak heran kalau sekolah yang berlokasi di Jalan Kamboja Denpasar ini menjadi rebutan para calon siswa baru. Bahkan sekolah ini juga dijuluki sebagai sekolah favorit.

Karena SMA Negeri 7 Denpasar setiap musim Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di tahun ajaran baru sekolah ini selalu kebanjiran pendaftar. Namun di balik itu, masyarakat seakan tak mau tahu soal daya tampung sekolah ini.

Menanggapi hal tersebut tersebut, Kepala SMAN 7 Denpasar, Dra. Cokorde Istri Mirah Kusuma Widiawati, M.Sos mengatakan bahwa sah-sah saja jika masyarakat atau calon siswa baru memfavoritkan sekolah yang dipimpinnya.

“Dalam menghadapi persaingan antar lembaga sekolah, pihaknya selalu berprinsip untuk mengutamakan pelaksanaan pembelajaran dengan baik yang sudah disesuaikan sesuai kurikulum yang berlaku,” ucapnya, Senin (22/2/2021).

Sembari menyampaikan, kami akui banyak sekali peminatnya yang ingin bersekolah di sini. Tapi kami punya titik fokus yaitu bagaimana pembelajaran bisa berjalan dengan maksimal. Karena siswa juga harus tetap bersaing dalam hal intelektualitas.

Baca Juga :   Senderan Jebol di SDN 6 Ubung Segera Diperbaiki, Anggarannya Rp4,4 Miliar

“Sekalipun dalam kondisi Pandemi Covid-19 seperti saat ini pembelajaran secara daring (dalam jaringan) juga harus berjalan sesuai mungkin. Bahkan dari pihak sekolah setiap minggu minta laporan pada semua guru terkait pembelajaran daring tersebut,” jelasnya.

Cok Mirah mengakui bahwa permasalahan yang masih dihadapi SMA Negeri 7 Denpasar saat ini adalah terbatasnya ruang belajar dan lahan parkir. Namun diakui, hal ini sudah mendapat atensi dari Pemprov Bali yang rencananya menganggarkan pembangunan sebanyak 9 ruang belajar berlantai dua.

“Jika calon siswa baru membludak mendaftar ke sini, maka disitulah kendalanya. Semoga bantuan dari Pemprov segera terwujud sehingga pada tahun pelajaran baru berikutnya tidak kelimpungan, sebab sudah sepakat tidak akan menerapkan sekolah sore di SMA Negeri 7 Denpasar,” tegasnya.

Ditambahkan, sebelum pembangunan itu terwujud, pihak sekolah sendiri sudah punya langkah antisipasi yakni memanfaatkan aula sebagai tempat belajar. Pembuatan sekat dan lainnya dengan menggunakan dana Komite.

“Karena anggaran dari Pemerintah belum turun. Bahkan saat pembangunan nanti, kami juga sudah buat ancang-ancang untuk memanfaatkan 3 lab dan satu ruang pertemuan sebagai ruang belajar,” imbuhnya,” tambahnya.

Baca Juga :   Open Turnamen Gateball Pergatsi Bali, Suwandi: Harus Ada Peningkatan Kualitas

Cok Mirah juga menyampaikan terkait soal parkir, pihaknya telah mengupayakan pemanfaatan sisa lahan di sisi timur dan akan memanfaatkan satu blok dari ruangan yang akan dibongkar saat pengerjaan dari Pemprov nanti.

“Untuk diketahui SMA Negeri 7 Denpasar saat ini memiliki 39 ruang belajar (kelas) dengan jumlah siswa terdiri dari 601 orang untuk kelas X, 497 orang untuk kelas XI dan 432 orang untuk kelas XII,” pungkasnya.(sus)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar