​Sosialisasi Empat Pilar di Bangli, Amatra: Jangan Sampai Perbedaan Menjadi Perpecahan

(Dutabalinews.com),Anggota Badan Sosialisasi MPR RI A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra,M.H., M.Kn. mengatakan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan sebenarnya bisa juga dilakukan kepada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK) termasuk juga pada sekolah pendidikan dasar, tentunya dengan menggunakan bahasa dan pendekatan yang sesuai usianya.

Dikatakan Adi Mahendra Putra yang akrab dipanggil Amatra ini bahwa Empat Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika ini dapat dikenalkan kepada mereka melalui simbol, gambar, dan hafalan  yang mudah dicerna bagi usia mereka.

“Kalangan kanak-kanak juga perlu sosialisasi empat pilar terutama mengenai wawasan kebangsaan. Jangan sampai mereka terpapar budaya luar yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia,” kata Amatra saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar di Halaman Sekolah Dasar Negeri 1 Batur Desa Batur Selatan Kecamatan Kintamani Kabupaten Bangli yang dihadiri para pendidik dan siswa/i sekolah dasar di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Selasa (21/06/2022).

Amatra mencontohkan penerapan nilai Bhinneka Tunggal Ika, misalnya ada anak yang dari Jawa, Sunda, Sumatera, Kalimantan dan lainnya. “Jangan sampai perbedaan ini menjadi perpecahan. Justru keberagaman yang kita miliki merupakan kekuatan kita sebagai bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menurutnya, di saat sekarang ini banyak siswa yang tahu tentang Pancasila, namun mereka tak lagi hafal tentang Pancasila. Oleh karena itu, di tengah-tengah kegiatan sosialisasi 4 Pilar ini, AA Bagus Adhi Mahendra Putra politisi asal Kerobokan ini menyelengarakan game dengan meminta siswa/i untuk menyebutkan Pancasila secara tepat dan benar, juga memberikan hadiah bagi siswa/i yang hafal Pancasila guna memotivasi agar 4 pilar tersebut dapat diterapkan sedini mungkin oleh anak-anak dalam kehidupan sehari hari.

Amatra yang juga Anggota DPR RI Dapil Bali ini mengharapkan sebagai wakil rakyat mengusulkan kepada pemerintah pusat agar lebih berpihak kepada pendidikan dini dan pendidikan dasar baik swasta ataupun negeri dengan membantu alat peraga yang mendukung  konten-konten pendidikan tentang Pancasila.

Baca Juga :   Rapat Evaluasi PPKM Darurat, Hasilkan 12 Keputusan Bersama Demi Kesehatan dan Keselamatan Masyarakat Bali 

“Hal ini untuk mempermudah para guru dalam menyampaikan kepada anak-anak berupa alat peraga yang mudah dicerna dan tertarik oleh anak, terutama terkait 4 Pilar Kebangsaan tersebut,” tuturnya. (ist) 

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar