Campuhan Waterfall dan Pancoran Trimala, Wisata Spiritual dan Ramah Lingkungan

(Dutabalinews.com), Pengembangan desa wisata seperti Campuhan Waterfall dengan mata air (pancoran) Trimala di Desa Antapan Baturiti dinilai sangat tepat dan menjadi trend pariwisata ke depan. Di samping sangat bersahabat dan ramah lingkungan, dari sisi investasi pun relatif tidak besar.

Seperti yang dilakukan Nyoman Sukania pengelola Air Terjun Campuhan yang memanfaatkan lahan tidak kurang dari 50 are yang terletak di Desa Antapan Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan dengan kreatif menata lingkungan yang memang sangat asri dan menyejukkan.

Apalagi di areal ini ada “campuhan” (“waterfall”) yang airnya sangat jernih mengalir ke sungai dengan penuh batu-batu menghiasi sungai itu. Di sisi sebelah kiri dari campuhan tersebut terdapat tiga pancuran mata air yang dinamakan Trimala.

“Pancuran mata air Trimala diikhtiarkan dapat memberi pembersihan terhadap ucapan, perkataan dan perbuatan bagi para pengunjung yang berlaku sebagai pemedek (yang memang hendak bersembahyang sekalian untuk melakukan penyucian diri),” ujar Sukania kepada rombongan NCPI (Nawa Cita Pariwisata Indonesia) Bali yang dipimpin ketuanya Agus Maha Usadha, Sabtu (2/7) saat mengunjungi lokasi sejuk tersebut.

Sukania menambahkan pada bagian lebih atas kawasan wisata ini terdapat padmasana. Setiap pemedek yang hendak melakukan persembahyangan usai melakukan penyucian diri akan dituntun oleh seorang pemangku.

“Pada mulanya tempat ini dicanangkan hanya untuk beristirahat. Namun, saya merasa di tempat ini bisa mendapat keteduhan, kedamaian dan kebahagiaan tersendiri. Atas masukan dari teman-teman akan lebih baik dan bermanfaat bagi banyak pihak bila tempat ini dapat dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi dan relaksasi. Karena itu, selanjutnya saya menata lingkungan sekitarnya,” jelas Sukania.

Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha bersama tim di antaranya Ketut Ngastawa, Djani Ananta dan Komang Puji, dalam kunjungan ke tempat wisata spiritual ini juga melakukan persembahyangan di pura setempat yang dipercaya memberi ketenangan dengan pancuran air trimala-nya.

Menurut Agus Maha Usadha yang juga Pengurus Kadin Bali ini, pandemi membuat sektor-sektor di luar pariwisata juga dibuat lumpuh karenanya. Untuk mengatasi kelumpuhan ekonomi Bali berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah bermaksud untuk melirik sektor pertanian dan potensi lainnya.

Baca Juga :   Canangkan di Tiga Zonasi Hijau, Gubernur Koster Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Massal di Kawasan Ubud 

“Pengembangan Campuhan Waterfall ini salah satunya sangat tepat karena menjadi trend pariwisata ke depan. Di samping sangat bersahabat dan ramah lingkungan (pertanian), dari investasi pun relatif tidak besar.
Upaya-upaya untuk melakukan pemulihan perekonomian dalam sektor pariwisata menjadi harus kepedulian bersama,” jelasnya.

Oleh karena itu NCPI Bali memberi atensi, semangat dan dukungan bagi pelaku usaha dalam pemulihan pariwisata Bali. “Apa yang dilakukan Pak Sukania ini tidak lain wujud konkret dari pengembangan objek pariwisata yang berbasis kerakyatan dan ramah lingkungan. Tempat ini merupakan objek wisata spiritual. Vibrasi spiritualitas begitu terasa,” ujar Agus Maha Usadha.

Ketua NCPI Bali ini, menambahkan dampak pandemi Covid 19 masih akan dirasakan satu dua tahun ke depan. Oleh karena itu pengembangan pariwisata ke depan harus bertumpu upaya-upaya penyelamatan dan ramah terhadap lingkungan. Pelibatan terhadap masyarakat setempat menjadi kewajiban bagi pengelola objek wisata.

“Konsep berbagi pada masyarakat sekaligus sebagai upaya pemberdayaan masyarakat menjadi tanggung jawab bersama. Dalam konteks ini kebijakan pemerintah, pemerintah daerah bersifat stimulus, relaksasi atau program-program UMKM perlu terus dikembangkan sehingga dapat mempercepat pemulihan perekonomian Bali, khususnya di bidang pariwisata,” pungkasnya. (bas)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar