Luh Gede Astuti: Ergo-Learning Turunkan Stress Akademik dan Tingkatkan Kualitas Kesehatan Mahasiswa

Dalam pembelajaran pemrograman sistem pakar hasil belajar perlu di tingkatkan untuk menghadapi persaingan global di dunia kerja. Ada tiga beban kognitif yang wajib diterima oleh pelajar (mahasiswa). Tiga beban kognitif tersebut adalah beban intrinsik, ekstrinsik dan konstruktif, dimana beban instriksik dalam pemrogramana cukup tinggi. Dalam mengurangi beban kognitif intrinsik pembelajaran pemrograman sistem pakar menggunakan metode konvensional dimana mahasiswa mengetik coding dari suatu aplikasi sistem pakar sederhana.

Dari mengetik ulang coding mahasiswa diharapkan dapat menganalisis coding, dan memahami alur dari aplikasi. Pada model pembelajaran ini terdapat masalah pada bidang kesehatan dengan indikator keluhan kelelahan, kebosanan dan stress akademik yang berdampak pada penurunan hasil belajar.

Hasil belajar yang kurang optimal berakibat juga luaran dari pembelajaran sistem pakar yaitu produk aplikasi sistem pakar. Pada pembelajaran konvensional terdapat masalah yaitu produksi tepat waktu dilakukan dalam kondisi pembelajaran yang kurang optimal.

Hal ini berdampak pada aplikasi sistem pakar dengan nilai Usability kurang optimal. Oleh karena itu diperlukan berbagai upaya untuk menciptakan desain model pembelajaran pemrograman mahasiswa yang optimal.

Setiap upaya perbaikan proses pembelajaran hendaknya dilengkapi dengan kajian dari berbagai aspek. Perbaikan proses pembelajaran telah dilakukan oleh berbagai penelitian tetapi pembahasan dan analisis masih berdasarkan satu aspek saja sehingga sering muncul masalah baru. Pendekatan Ergonomi Total (PET) merupakan salah satu model pendekatan ergonomi yang mampu menciptakan kondisi pembelajaran yang manusiawi, kompetitif dan lestari.

PET bertujuan untuk mencegah timbulnya masalah baru karena masalah dianalisis secara komprehensif dan merupakan hasil kesepakatan bersama. Adapun proses penerapan PET dalam upaya perbaikian langkah pertama adalah lokakarya,dan ceramah.

Subjek penelitian mahasiswa yang mengambil mata kuliah pengantar kecerdasan buatan, mahasiswa yang telah mendapatkan mata kuliah sistem pakar, mitra bestari lain hadir seluruhnya. Dalam lokakarya disepakati bahwa akan dilakukan perbaikan dengan menambahkan pemrograman sistem pakar sederhana pada modul aplikasi sistem pakar, diidentifikasi 33 masalah, prioritas masalah yang urgent, important dan essential, rencana kerja 12 buah dan rencana aksi yang urgent 5 buah.

Baca Juga :   Lima SMK Binaan Honda Menerima Donasi Motor Praktek Menunjang Proses Belajar Mengajar

Hakekat perbaikan adalah analisis masalah secara sistemik, mempergunakan teknologi tepat guna, berdasarkan kajian berbagai disiplin ilmu dan pengalaman serta partisipasi dan komitmen semua pihak. Penerapan rencana aksi didahului oleh mendesain e-learning khusus untuk pembelajaran pemrograman sistem pakar, yang disusun berdasarkan langkah-langkah dalam mengimplementasikan sistem pakar sederhana.

Dalam e-learning disisipkan informasi posisi tubuh yang ergonomis dan tidak ergonomis dalam beraktivitas dengan komputer. Rencana aksi lainnya mensosialisasi istirahat aktif, memberikan asupan snack (roti dan air putih) serta memberikan perengangan dasar yoga disela-sela pengerjaaan soal -soal dalam e-learning.

Oleh karena itu perbaikan proses pembelajaran dengan PET diprioritaskan pada pengurangan beban kognitif dan fisiologis mahasiswa yang diintegrasikan kedalam satu intervensi yang diberi nama Ergo-Learning. Setelah Tercipta Ergo-learning selanjutnya dilaksanakan penelitian dengan cara eksperimen menggunakan rancangan penelitian Randomized Pre Test-Post Test Control Group Design.

Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2021 sampai September 2021, dengan subjek 46 mahasiswa yang mengambil mata kuliah pengantar kecerdasan buatan di Jurusan ilmu Komputer (Ps. Informatika). Subjek dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok Kontrol (KK) diberikan perlakuan melakukan pembelajaran pemrograman sistem pakar secara konvensional tanpa Ergo-Learning sedangkan Kelompok Perlakuan (KP) menggunakan Ergo-Learning.

Analisis data dilakukan dengan uji Mann -Whitney dan uji t-Group. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh model Ergo-Learning pada proses pembelajaran pemrograman sistem pakar.

Disimpulkan bahwa Ergo-Learning pada pembelajaran pemrograman sistem pakar dapat meningkatkan kualitas kesehatan ditinjau dari penurunan stress akademik, penurunan kelelahan, dan penurunan kebosanan. Ergo-Learning juga dapat meningkatkan kualitas belajar dan meningkatkan nilai usability pada sistem pakar yang dihasilkan.

Ujian dipimpin oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Dr. dr. Komang Januartha Putra Pinatih, M.Kes. dengan tim penguji :

  1. Prof. Dr. dr. I Putu Gede Adiatmika, M. Kes (Promotor)
  2. Prof. Dr. dr. I Nyoman Adiputra, M.OH., PFK (Kopromotor I)
  3. Prof. dr. Ketut Tirtayasa, MS., AIF (Kopromotor II)
  4. Prof. Dr. dr. J . Alex Pangkahila, M. Sc., Sp. And (KSAAM)
  5. Prof. Dr. Drs. I Made Sutajaya, M.Kes
  6. Dr. Ir. Ida Bagus Alit Swamardika, M.Erg
  7. Dr. dr. Susy Purnawati, M.KK
  8. Dr. dr. Luh Putu Ratna Sundari, S. Ked., M.Biomed
Baca Juga :   Dosen ISI Denpasar Raih Gelar Doktor Linguistik di FIB Unud

Sedangkan undangan akademik adalah :

  1. Dr. Ir. I Ketut Gede Suhartana, S.Kom., M.Kom
  2. Dr. M.Yusuf, S. Si., M.Erg
  3. Dr. dr. I Made Muliarta, S.Ked., M.Kes
  4. Dr. Luh Made Indah Sri Handari Adiputra, S. Psi., M.Erg
  5. Dr. dr. I Made Krisna Dinata, M.Erg

Pada ujian kali ini Dr. Dra. Luh Gede Astuti, M.Kom dinyatakan lulus sebagai Doktor Lulusan ke- 351 Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dengan predikat SANGAT MEMUASKAN

(sumber: www.unud.ac.id)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar