Ketua BKS LPD Bali: September 2022, Transaksi Elektronik di LPD Capai Rp8 Miliar

(Dutabalinews.com),Bulan September tahun ini transaksi elektronik di LPD mencatatkan transaksi sebesar lebih dari Rp 8 miliar. Jumlah tersebut adalah capaian terbesar dari transaksi pada tahun 2022. Transaksi tersebut berasal dari layanan e-Link LPD Virtual Account (VA) dan QRIS-LPD.

“Kedua layanan tersebut adalah hasil kerja sama BKS-LPD Provinsi Bali dan PT. Bank BPD Bali dengan dukungan teknologi oleh PT. USSI Dewata Teknologi. Capaian transaksi ini bisa menjadi pertanda kebangkitan ekonomi di Bali pasca pandemi,” ujar ​Nyoman Cendikiawan Ketua BKS LPD Bali Drs. Nyoman Cendikiawan,MSi.   didampingi Direktur Utama PT. USSI Dewata Teknologi, Ihin Solihin, Kamis (29/9).

Seperti diketahui bersama dampak pandemi Covid-19, Bali menjadi daerah yang paling terpuruk ekonominya. 80% perekonomian Bali dihasilkan dari sektor pariwisata yang mengharuskan mobilitas banyak orang. Pandemi menjadi penghalang mobilitas tersebut. Namun, saat ini sejak dibuka kembali berbagai jalur penerbangan dan semakin mudahnya akses ke Bali dengan transportasi darat denyut nadi perekonomian itu berangsur-angsur pulih kembali.

Menurut Cendikiawan, salah satu program yang sedang digencarkan adalah percepatan implementasi QRIS-LPD. Program kerja sama akuisisi merchant antara PT. Bank BPD Bali dan BKS-LPD Provinsi Bali dengan dukungan teknologi dari PT. USSI Dewata Teknologi untuk menangkap peluang besar dari potensi ekonomi di Bali agar LPD sebagai penyangga ekonomi desa adat tidak tertinggal dari segi bisnis dan operasional dalam bisnis sebagai lembaga keuangan.

Kedua program digitalisasi yaitu  e-Link LPD Virtual Account (VA) dan QRIS-LPD bertujuan untuk mendukung transformasi digital dan inklusi keuangan yang sejalan dengan visi Bank Indonesia 2025 dan sejalan dengan program pemerintah. Selain dua tujuan tersebut tentunya digitalisasi sektor keuangan di Bali adalah memperkuat usaha sektor riil di Pulau Bali untuk bangkit pasca pandemi dan mendukung presidensi Indonesia di KTT G20 yang akan diselenggarakan di Pulau Bali November nanti.

Pencapaian transaksi Rp8 miliar lebih di bulan September ini adalah wujud kerja sama antarLPD yang patut dibanggakan. “LPD sebagai unit terpisah antardesa adat namun memiliki rasa persatuan dan kebersamaan dalam kerangka kolaborasi terutama berkaitan dengan transformasi digital,” tambah Cendikiawan yang juga Ketua LPD Telepud Tegallalang ini.

Baca Juga :   Pebengkel Muda Binaan Yayasan AHM Dapat Suntikan Dana dari FIFGROUP

Menurutnya sebagai lembaga keuangan yang berbasis desa adat LPD mempunyai kekuatan ikatan dengan nasabahnya secara kultural. Untuk itu keberadaan program ini dapat membantu perluasan distribusi bagi PT. Bank BPD Bali. Melalui program digitalisasi ini diharapkan dua lembaga keuangan yang menopang perekonomian Bali ini tidak kehilangan sumber dana sebagai dampak percepatan ekspansi teknologi digital di sektor keuangan.

Program percepatan implementasi  e-Link LPD Virtual Account (VA) dan QRIS-LPD ini diikuti oleh 65 LPD yang telah menggunakan layanan transaksi mobile m-Pise. Layanan ini adalah salah satu alat pemersatu bagi LPD dan untuk memudahkan seluruh nasabah LPD bertransaksi di seluruh Pulau Bali. Untuk mendukung percepatan program implementasi QRIS-LPD PT. USSI sedang mengembangkan layanan cloud platform guna menjangkau LPD yang lebih luas lagi.

Pencapaian transaksi tertinggi pada bulan September ini adalah hasil kerja LPD-LPD secara berkesinambungan dan kolaboratif hingga hari ini. Capaian transaksi sebesar Rp8 miliaar ini baru dari 65 LPD dan untuk QRIS-LPD sebesar Rp1 miliaar lebih berasal dari 2.000 merchant.

“Padahal potensi yang telah kami perhitungkan sebanyak 1.437 LPD dan 400.000 merchant. Jadi angka capaian saat ini diperoleh dengan kurang dari 10% LPD dan kurang dari 0,5% merchant yang telah terhitung potensinya,” tutur Nyoman Cendekiawan. Ke depan tentu saja BKS-LPD Provinsi Bali berharap kepada seluruh LPD untuk meningkatkan gairah dalam menjalankan program ini. Bagaimanapun juga ekspansi teknologi digital dalam industri keuangan akan menjadi ancaman bagi LPD kalau LPD tidak segera bertransformasi, lanjut Nyoman Cendekiawan.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama PT. USSI Dewata Teknologi, Ihin Solihin menyampaikan pencapaian ini patut disyukuri sebagai capaian untuk menjadi pelecut bagi seluruh stakeholder LPD agar gerakan #QRISPasang ini terus digemakan untuk meningkatkan transaksi yang lebih besar lagi.

Lebih lanjut, Ihin mengungkapkan potensi yang bisa dihimpun dari transaksi elektronik ini sangat besar sekali. “Jika ada optimalisasi transaksi elektronik di LPD telah dihitung bisa mencapai Rp18 triliun per tahun atau sekitar Rp1,5 triliun per bulan meskipun untuk mencapai hal itu membutuhkan berbagai perangkat dan saluran edukasi untuk nasabah LPD,” tutup Ihin Solihin.(ist) 

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar