Politik

Pembekalan Caleg Partai Garuda, Gung Ronny: Wadahi Kreativitas Anak Muda

(Dutabalinews.com), Ketua DPD Partai Garuda Provinsi Bali I Gusti Agung Ronny Indra Wijaya Sunarya yang akrab disapa Gung Ronny mengatakan Partai Garuda adalah partai anak muda, nafasnya anak muda.

“Karena itu kami ingin mewarnai dan nantinya bisa berbicara banyak terkait kebutuhan anak muda. Anak muda butuh tempat kreativitas, memang sekarang sudah ada, kita ingin tingkatkan lagi,” ujar Gung Ronny saat menggelar pembekalan calon anggota legislatif DPRD Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota, Sabtu (5/8) di The Rooms Apartments, Denpasar.

Pembekalan yang diikuti seluruh caleg Provinsi dan Kabupaten/Kota ini juga untuk pusat (DPR RI) yang jumlahnya sembilan.

Pembekalan menghadirkan pemateri Sekjen DPP Partai Garuda Yohana Murtika serta Bappilu Pusat. Juga hadir Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Bali I Dewa Agung Gede Lidartawan dan Komisioner Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Bali Ketut Aryani.

Gung Ronny menjelaskan bacaleg Partai Garuda yang ikut kontestasi politik tahun 2024, berasal dari berbagai kalangan dan sebagian besar dari kalangan anak muda, milenial.

Ketua DPD Partai Garuda I Gusti Agung Ronny Indra Wijaya Sunarya

“Caleg kami ada yang dari seniman, anak muda dan tokoh adat. Bahkan untuk persentase perempuan sebesar 40 persen, melebihi persyaratan 30 persen,” tambahnya.

Lebih lanjut Agung Ronny menyampaikan Partai Garuda merupakan partai anak muda, yang bergerak dan berjuang, bernafaskan semangat anak muda. Yang mana dalam perjalanannya, pihaknya tidak mau menawarkan janji muluk, atau berjanji aneh-aneh. Namun, ia ingin Partai Garuda Ikut memberi warna, perubahan di Indonesia. Khususnya di Bali, Garuda ingin bisa berbicara banyak untuk kepentingan anak muda.

Melalui pembekalan ini, pihaknya berharap, yang penting para caleg bisa memahami apa itu caleg. “Saya tidak berbicara harus memang, namun setidaknya mereka bisa memahami. Setelah paham, tentunya secara otomatis akan berjuang untuk kemenangan partai, dan tentu juga pemenangan pribadinya,” kata Gung Ronny.

Sekjen DPP Partai Garuda Yohana Murtika menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda Bappilu pertama yang digelar di Bali. Diharapkan kegiatan ini ke depan bisa menjadi barometer bagi daerah-daerah lain untuk ikut melaksanakannya.

Baca Juga :   Kampanye Pamungkas AMERTA, Siap Mundur Jika Dalam Dua Tahun Tak Bisa Realisasikan Program

“Kegiatan seperti ini sangat penting dan bermanfaat, tidak hanya untuk pengurus saja, juga bagi para caleg ke depannya,” kata Yohana dalam sambutannya.

Ia menegaskan, pada Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024, jumlah pemilih pemula ada lebih dari 60 persen dari total pemilih yang ada. Dari persentase itu, total suara yang ada apabila dijumlahkan, ada sebanyak 110 juta untuk pemilih pemula.

Melihat hal itu, ia mengungkapkan Partai Garuda bisa mengambil peluang ini, agar bisa menembus ambang batas parlemen yang disyaratkan. Pasalnya, suara yang dibutuhkan sebanyak 6 juta saja untuk bisa menembus ambang batas parlemen.

Sementara Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Bali, Ketut Ariyani minta Partai Politik peserta Pemilu Tahun 2024 harus menaati regulasi dalam proses Pemilu.

Selain itu, Ariyani juga mengatakan
pihaknya telah mengirimkan imbauan kepada seluruh Partai Politik peserta Pemilu Tahun 2024 tingkat Provinsi, sehubungan dengan telah diundangkannya PKPU Nomor 15 Tahun 2023 tentang Kampanye.

Lebih jauh, Srikandi Bawaslu Bali ini menegaskan saat melakukan sosialisasi, Partai Politik peserta Pemilu Tahun 2024 dilarang untuk memuat unsur ajakan, menyebarkan bahan kampanye dan memasang alat peraga kampanye di tempat umum.

“Dalam tupoksi Bawaslu melakukan pencegahan, kami telah kirimkan imbauan kepada seluruh Parpol Peserta Pemilu. Aturannya jelas, bahwa saat melakukan sosialisasi tidak boleh ada unsur ajakan, penyebaran bahan kampanye, dan memasang alat peraga kampanye,” tegas Ariyani.

Sedangkan Ketua KPU Lidartawan menyampaikan keinginannya mengurangi jumlah penggunaan Baliho. kata dia, proses kampanye lebih efektif dengan menggunakan media digital berupa video pendek. “Saya pengen nanti itu kampanyenya pakai media digital, mengingat juga sekarang semua orang melihat handphonenya kebanyakan. Tapi tentu ini juga perlu kesepakatan dari semua parpol,” pungkasnya. (bas)

Berikan Komentar