Global

​Upacara “Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam” di Pura Dang Kahyangan Tugu, Gianyar: Memohon Keselamatan dan Kerukunan

(Dutabalinews.com), Upacara “Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam” di Pura Dang Kahyangan Tugu, Gianyar digelar untuk memohon keselamatan, kesejahteraan dan kerukunan umat.

Sekitar seratus Pedanda Siwa dan Buddha ‘mapuja’ pada ritual yang berlangsung pada Redite Umanis Kelawu, Minggu (26/11). Upacara yang diikuti ribuan umat (pamedek) dari berbagai daerah di Bali ini berlangsung hikmat.

Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam merupakan upacara untuk memohon keselamatan dan keseimbangan fungsi bumi dan samudra agar memberikan kesejahteraan, kemakmuran dan kedamaian bagi umat di seluruh Nusantara.

Puja ini juga untuk memohon pengampunan kepada Sang Pencipta. Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam dipimpin Ida Pedanda Gede Putra Pasuruan Manuaba dari Geria Megelung, Banjar Pemijian, Desa Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Badung.

Menurut Ida Pedanda Gede Putra Pasuruan Manuaba, Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam ini rutin dilaksanakan secara bergilir di setiap Pura Dang Kahyangan di Bali maupun di luar Bali.

Ida Bagus Putu Madeg, S.H, M.H, selaku Ketua Bidang Polkumham Dharma Pedesa Pusat Nusantara di sela-sela upacara menjelaskan Puja Bhasmangkuram Bajra Wakyam ini sudah berjalan yang ke-18.

“Tujuannya untuk memohon keselamatan bangsa, negara dan Bali pada khususnya agar pembangunan yang ada di Bali terlebih di tahun 2023-2024 ini bisa berjalan dengan mulus dan kerukunan semeton semua terjaga dengan baik,” ujar Ida Bagus Putu Madeg, S.H, M.H.

Ditambahkan sekitar 100-an Ida Pedanda Siwa dan Buddha yang mengikuti upacara ini. Ini sudah berjalan 18 kali dari sebelum Covid dan puncaknya di Pura Uluwatu. “Sekarang ini dilaksanakan setiap 6 bulan, paling cepat atau lambat tiap tahun kita laksanakan upacara ini,” tambahnya.

Ida Bagus Putu Madeg, S.H, M.H, selaku Ketua Bidang Polkumham Dharma Pedesa Pusat Nusantara
Ida Bagus Putu Madeg, S.H, M.H, selaku Ketua Bidang Polkumham Dharma Pedesa Pusat Nusantara

Berdasarkan sastra Weda yang diwariskan Dang Hyang Dwijendra mewajibkan Ida Peranda Siwa-Buda menjaga keselamatan alam -‘ngastitiang jagat’.

Ia berharap umat khususnya Pemda Gianyar yang sudah ikut berpatisipasi “ngaturang ayah” agar tetap menjaga kerukunan di Bali, apalagi jelang Pemilu dan kegiatan lainnya agar berjalan lancar sesuai Tri Hita Karana.

“Ini untuk kepentingan bersama, berbakti memohon keselamatan. Pada upacara ini hadir selain pasemetonan juga masyarakat umum,” jelasnya. (nom)

Berikan Komentar