Ekonomi & Bisnis

Kunjungi Kebun Anggur di Sangga Langit, Dr. Mangku Pastika,M.M. Dorong Pengusaha Tingkatkan Kualitas Produk dan SDM Petani

“Model kerja sama ini sangat bagus. Sebab dulu petani ketika panen petani sedih karena sulit menjual dan harganya kerap anjlok. Sekarang saya lihat petaninya tersenyum. Ini artinya kehidupannya sudah lebih baik, lebih sejahtera,” ungkap Mangku Pastika saat bertemu dengan Pengelola Hatten Wines dan puluhan petani anggur di Ds. Sanggalangit, Kec. Seririt, Buleleng, Jumat (15/12).

Pertemuan dalam rangka reses tersebut mengangkat tema “Pemberdayaan Perkebunan Anggur: Upaya Kreatif Peningkatan Perekonomian Rakyat” dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara didampingi Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja dihadiri Owner Hatten Wine IB Rai Budarsa serta jajaran manajemen dan puluhan petani yang menjadi Mitra Hatten.

Di awal sambutannya, Mangku Pastika mengaku terharu setiap datang ke Sangga Langit tempat kelahirannya. “Saya lahir di sini. Jadi saya berterima kasih kepada Hatten yang membangun dan membantu warga (petani anggur). Saya ingin Hatten juga membantu SDM warga di sini agar maju. Ke depannya anak muda mau bertani memberdayakan sumber daya alamnya. Mungkin bisa didirikan SMK,” ucap mantan Gubernur Bali dua periode ini.

Di sisi lain, Mangku Pastika memotivasi anak muda setempat agar bekerja keras dan terus meningkatkan kualitasnya. “Sekarang kondisinya jauh lebih maju dibandingkan ketika saya lahir di sini. Jadi saya harap generasi sekarang bisa lebih baik dan lebih maju,” pesannya.

Kepada Owner Hatten Wine juga diminta menjaga kualitas produknya. Sebab kalau produk bagus, maka harga akan bagus dan petani sebagai mitra akan mendapat penghasilan yang tinggi. Kalau petani sejahtera maka akan banyak generasi muda yang mau jadi petani karena dirasakan bisa memberi harapan masa depan.

“Bantu warga agar ada yang mau melanjutkan jadi petani,” harap Mangku Pastika seraya mengajak pengusaha juga mengembangkan pertanian organik sehingga pemakaian pupuk kimia bisa dikurangi.

Baca Juga :   Reses Dr. Mangku Pastika,M.M.: Penting Menjaga Keberlanjutan Budaya Pertanian

Sementara itu Pendiri Hatten Wines Ida Bagus Rai Budarsa menyampaikan prospek wines sangat bagus sehingga ia fokus pada market dalam negeri. “Saya buat wine tahun 1992 dan jenisnya hanya satu. Padahal warga lebih suka white wine dari anggur hitam. Maka saya datangkan bibit dari luar dan melakukan pengembangan sesuai kondisi setempat,” ujarnya.

Saat ini Hatten memiliki beberapa varitas anggur hasil pengembangan. “Kami trial sampai 4 tahun sebelum diberikan kepada petani (mitra) untuk ditanam. Dengan pola ini budidaya oleh petani akan berhasil,” jelasnya.

Gus Rai menambahkan sejumlah kegiatan sosial melalui CSR juga dilakukan seperti pemberian bea siswa, pelatihan Bahasa Inggris dan belajar tari.

Hatten Wines, pelopor terkemuka dalam pembuatan anggur di Bali. Hatten Wines (PT Hatten Bali Tbk.) secara resmi memulai operasinya pada tahun 2000 dan fokus khusus pada anggur.

PT Hatten Bali adalah perusahaan terpadu yang mengawasi budidaya anggur, pengolahan, dan distribusi di Sanur, Bali. Pada awal berdirinya, perusahaan ini memproduksi satu produk anggur rosé tunggal, yang dibuat dari varietas anggur asli Bali, Alphonse Lavallée. Saat ini, Hatten Wines mengelola 25 hektar kebun anggur di Singaraja, dengan rencana untuk ekspansi lebih lanjut.

Hatten Wines telah menjalin kemitraan dengan para petani anggur lokal, yang menghasilkan rangkaian produk awal terdiri dari 11 varian.

Pada tahun 2007, Hatten Wines memperluas operasinya dengan memperkenalkan merek baru, Two Islands, yang menampilkan beragam produk anggur yang dipilih dari kebun anggur tertentu di South Australia. Perluasan ini didorong oleh potensi pasar dan komitmen perusahaan untuk mengembangkan produk berkualitas tinggi yang mampu bersaing dengan impor. (bas)

Berikan Komentar