Survei BISAID 2023, Upaya BI Jembatani Akses Pembiayaan Bagi UMKM

Survei ini dilakukan kepada 50 responden UMKM di Provinsi Bali yang berpotensi memperoleh pembiayaan dan memerlukan edukasi dari lembaga keuangan formal, khususnya perbankan. Survei dilakukan dalam rangka mendorong intermediasi perbankan kepada sektor riil dan UMKM, melalui penyediaan informasi data profil UMKM yang membutuhkan kredit/pembiayaan dalam rangka pengembangan usahanya.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Erwin Soeriadimadja mengatakan Bank Indonesia senantiasa mendukung pengembangan UMKM salah satunya melalui peningkatan literasi keuangan terutama akses pembiayaan.

Lebih lanjut, Erwin menyampaikan terdapat beberapa tantangan UMKM khususnya untuk mengakses pembiayaan dari lembaga formal antara lain (i) information gap antara lembaga keuangan dengan UMKM; (ii) keterbatasan informasi data UMKM potensial yang valid dan akurat yang dapat diakses oleh lembaga keuangan; dan (iii) ketersediaan laporan keuangan UMKM yang belum memadai.

“Database UMKM yang potensial untuk dibiayai diharapkan dapat mengurangi asymmetric information antara lembaga keuangan dengan UMKM,” ujar Erwin, Jumat (15/12) di Denpasar. Erwin menambahkan bahwa hasil survei ini dapat dimanfaatkan oleh perbankan untuk mencari UMKM potensial yang dapat dibantu pembiayaannya dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas produk.

Data profil UMKM yang disajikan meliputi informasi pemilik, kegiatan usaha, tingkat persaingan usaha, total aset, rata-rata penjualan, proyeksi pertumbuhan, kebutuhan pembiayaan, taksiran aset untuk jaminan kredit serta jumlah dokumen persyaratan kredit.

Selanjutnya, dengan tersedianya data profil UMKM tersebut, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para pihak terutama bagi UMKM dalam rangka mempercepat akses pembiayaan dari perbankan. Sebaran responden survei 50 UMKM meliputi 1 UMKM dari Sektor Pertanian, Kehutanan dan Perikanan; 6 UMKM Industri Pengolahan; 14 UMKM Perdagangan Besar dan Eceran; 14 UMKM Penyediaan Akomodasi dan Penyediaan Makan Minum; 14 UMKM aktivitas jasa lainnya, serta 1 UMKM Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya.

Baca Juga :   Metta: Kota Kreatif Dukung Peningkatan PAD

Ke depan, Bank Indonesia akan melengkapi database UMKM yang tersebar di Bali sebagai upaya untuk terus mendukung UMKM Bali agar naik kelas. Data lengkap hasil survei database UMKM telah di-upload di website Bank Indonesia (https://www.bi.go.id/bisaid) atau dapat menghubungi contact center Bank Indonesia Bicara di telp. 131 dan e-mail di bicara@bi.go.id. (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar