Retas “Tantangan dan Peluang Mewujudkan Palemahan”, Dr. Mangku Pastika, M.M.: Jaga Bali dengan Penegakan Hukum

“Jadi mari kita semua menjaga Bali dengan penegakan hukum lingkungan secara serius agar tidak terjadi kerusakan yang semakin parah,” ujar Mangku Pastika pada Rembug Terbatas (Retas) yang digelar di RAH (Rumah Ahli Hukum) Jalan Tukad Musi IV Renon Denpasar, Jumat (12/1/2024).

Retas, berkolaborasi dengan BGI (Bali Green Initiative) mengangkat tema
“Penegakan Hukum Lingkungan di Bali: Tantangan dan Peluang dalam
Mewujudkan Palemahan”.

Retas dihadiri berbagai komponen di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali I Made Teja, Direktur BGI (Bali Green Initiative) Nyoman Baskara, Iwan Dewantama dari Yayasan Abdi Bumi, Ketua Partai Demokrat Bali Made Mudarta, Tim Ahli Ketut Ngastawa dan akademisi yakni Gede Suardana, Nyoman Wiratmaja, | Wayan Sudana dan Hadi Pradnyana serta mahasiswa.

Juga hadir Indriati Dewi dan Faizaleri (Perwakilan Balai Gakkum wilayah Jatim, Bali, Nusra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Erna Susiana dan Takari Palinggi dari Yayasan Bali Tresna Sujati.

Mangku Pastika mengatakan keserakahan manusia atas nama pembangunan seringkali mengabaikan aspek lingkungan hidup. “Padahal kita sudah punya norma, aturan tata ruang, sumber daya alam dan ekosistem. Tapi ada satu komponen yang membuat kita tidak hidup selaras dengan alam karena penegakan hukum (lingkungan) tidak berjalan seperti yang ada di buku dan dicita-citakan,” ujarnya.

Akibatnya dimana-mana terjadi kerusakan lingkungan. “Supaya bisa hidup sustainable maka kita harus selaras dengan alam. Kita harus mengerti sifat-sifat alam sehingga bisa harmoni dengan alam. Kalau ini bisa dilakukan maka akan ketemu dengan ketenangan batin,” ujar mantan Gubernur Bali dua periode ini mencontohkan.

Mengaku Pastika mencontohkan manusia bisa hidup seperti pohon, meski rantingnya banyak tapi tidak saling mengganggu. Juga akarnya yang tersembunyi dalam tanah bisa menghidupinya.

Diingatkan dalam penegakan hukum penting ada keteguhan sikap. Sebab tantangannya berat dan keras tapi ini harus dihadapi. “Hukum itu dibuat memang harus ditegakkan dengan tetap mengikuti NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria,” tegas mantan Kapolda Bali ini.

Baca Juga :   Peduli Lingkungan, Dr. Mangku Pastika Bersama Anak TK Tuang Eco Enzyme di Kolam Monumen Bajra Sandhi

Sementara itu Kadis DLH dan Kehutanan Provinsi Bali Made Teja mengatakan penegakan aturan hukum lingkungan tidak bisa dikerjakan sendiri. Karena banyak yang lain akan menggoyahkan seperti hadirnya bangunan, adanya galian yang merusak lingkungan dan kegiatan lainnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan ini. Seperti untuk mengendalikan aktivitas galian C maka tenaga kerjanya dialihkan jadi pemandu gunung. Hal ini dimungkinkan karena kegiatan pariwisata mulai tumbuh. Demikian pula dalam hal penanganan sampah serta penghijauan.

Terkait pencemaran air danau diakui memang cukup sulit diatasi. Sebab warga melakukan aktivitas di sana. Seperti Danau Batur Kintamani ada ribuan keramba ikan di sana. Ini berdampak pada pencemaran air danau-danau sehingga kualitasnya menjadi tidak layak.

Sementara itu, Ketua Partai Demokrat Bali Made Mudarta menegaskan penegakan hukum di bidang lingkungan sangat penting. Dibutuhkan komitmen dan keberpihakan pemimpin daerah pada persoalan lingkungan.

“Dalam tahun politik ini mari kita cari calon pemimpin yang komit dengan lingkungan. Menjaga lingkungan merupakan wujud sayang kita menjaga semua ciptaan Tuhan,” ucapnya.

Ditambahkan, Indonesia merupakan produsen oksigen yang sangat besar. Jadi ke depan negeri ini bisa menjual oksigen ke dunia. Ia juga mengingatkan pentingnya memuliakan air. Untuk itu jangan mengotori sumber-sumber, tapi sampah dibuang ke sungai dan sumber air.

Indriati Dewi selaku Perwakilan Balai Gakkum Wilayah Jatim, Bali, Nusra Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyampaikan pihaknya memiliki kanal pengaduan tentang lingkungan. Jadi bila ada hal-hal terkait itu bisa disampaikan untuk ditindaklanjuti.

Iwan Dewantama mengatakan Indonesia termasuk Bali khususnya merupakan paru-paru dunia. Posisi Bali penting sebab merupakan pintu cakra yang menjaga alam. Menurut Iwan pemimpin dan rakyat harus satu visi dalam penegakan hukum linkungan.

Dosen Warmadewa Hadi Pradnyana mengatakan kepedulian anak muda terhadap lingkungan terus meningkat. Banyak organisasi anak muda peduli lingkungan muncul dengan melakukan aksi nyata. (bas)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar