IGB Arthanegara: Guru Bukan Beban Negara, tapi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
(Dutabalinews.com), Salah satu tokoh pendidikan asal Bali yang juga Ketua Yayasan Universitas PGRI Mahadewi Indonesia (UPMI) Bali, yang sebelumnya bernama IKIP PGRI, Drs. I Gusti Bagus Arthanegara, S.H., M.H., M.Pd., menegaskan bahwa perhatian terhadap guru masih sangat kurang, padahal guru adalah sosok yang melahirkan banyak orang hebat.
“Hal itu terlihat dari masih banyaknya sekolah negeri maupun swasta yang kekurangan guru,” ujar Arthanegara, Selasa (26/8/2025) di Kampus UPMI Bali. Menurutnya, kehadiran guru sangat diperlukan. “Kalau ada anggapan guru itu beban negara, saya kira itu keliru,” tambahnya.
Arthanegara menekankan, guru telah melahirkan banyak orang hebat berkat bimbingan dan pengabdiannya. Karena itu, perhatian terhadap guru, baik dari segi tunjangan maupun kesejahteraan lainnya, sangat penting.
Tokoh pendidikan yang telah lama berkecimpung di dunia pendidikan ini juga menegaskan bahwa pengabdian seorang guru bernilai sangat tinggi. “Saking besarnya jasa guru, masih saja ada yang kurang memperhatikan nasib mereka. Padahal guru telah melahirkan wartawan, kepala dinas, gubernur, bahkan banyak tokoh sukses lainnya. Guru memang benar-benar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa. Sekalipun diberi bintang jasa, tetap tidak akan sebanding dengan pengorbanannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di Bali keberadaan guru sangat dihormati, sebagaimana tersurat dalam konsep Catur Guru, yakni Guru Rupaka (orang tua), Guru Pengajian (guru di sekolah), Guru Wisesa (pemerintah), dan Guru Swadyaya (Tuhan/Ida Sang Hyang Widhi Wasa).
“Guru yang mendidik kita harus dihormati. Begitu juga dengan orang tua, pemerintah, dan tentu Tuhan sebagai guru sejati,” jelasnya.
Arthanegara juga mengajak para guru agar tetap optimis. “Guru akan selalu dibutuhkan sepanjang sejarah bangsa. Semoga ke depan, guru mendapat perhatian lebih, karena tanpa guru, negeri ini tidak akan pernah maju,” pungkasnya. (sus)
