Hindari Kekerasan, PHDI Ajak Pemerintah dan DPR Utamakan Kepentingan Rakyat

(Dutabalinews.com), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat sebagai Majelis Umat Hindu di Indonesia menyampaikan sikap resmi terkait perkembangan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang tengah berlangsung. Dalam pernyataannya, PHDI menekankan pentingnya empati, persatuan, dan kedamaian dalam menghadapi situasi saat ini.

Ketua Umum PHDI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, menegaskan agar Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selalu mengedepankan nurani, merawat empati, serta menjaga kepekaan terhadap kondisi rakyat. “Kebijakan yang diambil harus benar-benar berpihak pada kepentingan masyarakat dan tidak menambah beban di tengah situasi sulit,” ujarnya.

PHDI juga menyerukan kepada Pemerintah dan DPR untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program dan kebijakan yang dinilai tidak pro-rakyat. Kebijakan yang terbukti tidak berpihak pada rakyat harus dibatalkan, bahkan bila perlu disertai langkah pemberhentian pejabat yang menunjukkan ketidakpekaan sosial.

Selain itu, PHDI meminta TNI dan Polri agar tidak menggunakan kekerasan dalam bentuk apapun kepada masyarakat. Sebagai institusi yang profesional dan terlatih, aparat diharapkan mengedepankan pendekatan persuasif yang menenangkan serta melindungi rakyat.

PHDI Pusat juga menyampaikan duka mendalam atas jatuhnya korban dalam aksi-aksi yang terjadi belakangan ini. Semua pihak diminta menahan diri dan mengedepankan tindakan tanpa kekerasan (ahimsa).

Secara khusus, PHDI mengajak seluruh umat Hindu di tanah air untuk memanjatkan doa ke hadapan Ida Sang Hyang Widi Wasa agar bangsa Indonesia diberikan kekuatan, persatuan, dan kedamaian.

“Dalam situasi penuh tantangan ini, doa dan empati adalah jalan terbaik untuk menjaga harmoni bangsa,” tutup Wisnu Bawa Tenaya.

Baca Juga :  Perkuat Toleransi Antar Umat Beragama, HIMANIKA Fisip Unud Berbagi di Bulan Puasa