Diisukan Merger, NasDem Bali Minta Klarifikasi Tempo
(Dutabalinews.com), Partai NasDem menegaskan sampai saat ini tidak ada pembicaraan terkait isu merger sebagaimana dirilis Majalah Tempo, Minggu (12/4).
Isu merger itu tak mempengaruhi partai baik di pusat maupun daerah termasuk Bali yang saat ini sangat solid. “Kondisi Partai NasDem saat ini sangat solid, satu komando di bawah Ketua Surya Paloh,” ujar Ketua DPW Partai NasDem Bali Ir. I Nengah Senantara kepada pers, Selasa (14/4) di Kantor Partai NasDem terkait isu merger yang dirilis Majalah Tempo.
Menurutnya adanya riak-riak ini sebagai hal wajar. “Riak-riak ini muncul karena NasDem jadi magnet tersendiri bagi partai-partai lainnya,” tambah Senantara yang kini Anggota DPR RI dapil Bali ini.
Dalam jumpa pers, Senantara didampingi jajaran Partai NasDem yang ada di seluruh Bali serta kader yang duduk sebagai wakil rakyat.
Di awal penjelasannya, Senantara mengatakan sebenarnya dalam politik tak ada istilah merger atau akuisisi yang biasanya dipakai dalam bisnis. Kalau politik yang dipakai fusi (Fusi partai adalah penggabungan dua atau lebih partai politik menjadi satu partai baru untuk menyederhanakan sistem kepartaian).
Tapi sejauh ini di NasDem belum ada pembicaraan soal ini. “Jadi terkait (fusi) ini belum ada pembicaraan ke arah sana,” tegas Senantara.
Ia menambahkan suara Partai Nasdem tiap pemilu selalu naik. Bahkan pemilu lalu meningkat sampai signifikan. Partai NasDem masuk dalam lima besar.
Senantara menegaskan pihaknya tidak mau berspekulasi terkait isu tersebut. “Kita jangan berandai-andai terkait munculnya isu merger ini. Partai NasDem solid di bawah Ketua Umumnya Surya Paloh,” tegas Senantara menanggapi pertanyaan wartawan.
Namun dijelaskan Partai NasDem sudah mendatangi kantor majalah tersebut untuk diminta mengklarifikasi dan tanggung jawab.
Menurut Senantara pertemuan antara ketua parpol adalah hal wajar. Namun isu merger itu mengesankan seolah-olah partai ini diperjualbelikan dan diambil alih oleh partai lain.
Untuk itu Senantara berharap media massa turut menjaga demokrasi, etika dan tanggung jawab. Ini tugas bersama, jangan sampai berita tidak benar disiarkan.
Setelah dianalisis masalah tersebut, DPW NasDem Bali sendiri, minta majalah tersebut minta maaf kepada Pimpinan NasDem dan tidak mengulangi lagi berita yang tidak benar.
Sementara itu tokoh NasDem Bali yang juga Anggota DPRD Bali Dr. Somvir secara tegas mengatakan NasDem Bali bersatu dan siap membelanya.
Sebagaimana diketahui dalam laporan majalah Tempo yang dirilis pada Minggu (12/4) disebutkan merger Partai NasDem dengan Partai Gerindra. Menurut Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya, Ketua Umum Partainya, Surya Paloh menawarkan political block atau kerja sama antarpartai. (ist)
