Polresta Denpasar Bekuk Dua Tahanan Kabur

(Dutabalinews.com),Tersangka Nabil (28) dan Wisnu Wardana (19) yang kabur dari Rumah Tahanan Polsek Kuta Selatan di Pos Pol Ungasan, Desa Pecatu, Kec Kuta Selatan, Kabupaten Badung, pada 25 Juni 2019 lalu berhasil ditangkap jajaran Polresta Denpasar.

Keduanya digiring ke hadapan media di lobi Polresta Denpasar, Jumat (28/6/2019) sore, dengan tangan dan kaki diborgol dan dijaga ketat anggota Polresta Denpasar.
Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono mengatakan, kedua tersangka kabur dari rutan Polsek Kuta Selatan dengan cara menggergaji terali dan naik mobil travel menuju Terminal Mengwi, selanjutnya ke luar Bali dengan bus.

“Modus operandi yang digunakan kedua pelaku melarikan diri dari rumah tahanan dengan cara menggergaji teralis sel tahanan dengan gergaji besi. Setelah teralis berhasil di potong dan terbuka, kemudian keduanya kabur ke Jawa,” katanya.

Sesuai perintah Kapolsek Kuta Selatan maka team Opsnal Unit Reskrim Polsek Kuta Selatan melakukan pengejaran ke Jawa dan dari hasil penyelidikan Nabil berada di Wilayah Jakarta Pusat.

Selanjutnya, pukul 20.31 WIB dilakukan penangkapan terhadap Nabil di rumah sakit Tarakan Jakarta Pusat , setelah itu dilakukan pengembangan untuk mencari tersangka Wisnu Wardana alias Codet. Dari hasil pengembangan tersebut Codet diketahui menginap di Hotel Mangga Besar. Kemudian, pada Kamis (27/6/ 2019) dilakukan penangkapan.

Selanjutnya kedua tersangka dibawa kembali ke Polsek Kuta Selatan untuk proses hukum lebih lanjut. “Kami komitmen melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang ada. Untuk tersangka Nabil ini terjerat kasus narkoba dan dia melarikan diri karena menjenguk ibunya yang sakit,” katanya.

Alat bukti yang dicari petugas, berupa 2 buah gergaji besi kecil, dimana kedua tersangka meminta tolong temannya untuk membawa ke rutan. “Gergaji disisipkan kepada pengunjung atau temennya Codet,” ucapnya.

Terkait orang yang ikut membantu pelarian kedua tersangka ini, diakui Benny sudah dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang. Namun, dua orang pembantu kabur ini masih anak-anak, sehingga pihaknya masih menyelidiki motifnya. (rus)

Baca Juga :   Rektor IHDN: Upacara Ngaben Siwa Sumedang Lebih Praktis dan Sederhana

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar