Bantu Komplotan Rampok, Wanita Rusia Dituntut Sembilan Bulan

(Dutabalinews.com),Naira Khumaryan, asal Rusia dituntut hukuman 9 bulan penjara karena
menyembunyikan salah satu dari lima komplotan yang melakukan kejahatan dan membantu memudahkan pencurian dengan menyembunyikan barang hasil rampokan di sebuah money changer, Tanjung Benoa.

Dalam sidang yang diketuai Hakim I.A. Adnya Dewi di PN Denpasar, Kamis (10/10/2019), jaksa Made Ayu Citra Maya Sari menilai perbuatan terdakwa melanggar Pasal 221 Ayat 1 ke-1 KUHP tentang dengan sengaja menyembunyikan orang yang melakukan kejahatan.

“Terdakwa dengan sengaja merahasiakan keberadaan pelaku tindak kejahatan, sehingga memohon kepada majelis hakim menghukum terdakwa 9 bulan penjara,” kata Jaksa.

Di ruang sidang Tirta, Jaksa Maya menyebutkan tidak ada hal yang meringankan hukuman dari perbuatan terdakwa. Namun tindakan terdakwa sebagai turis sudah sepantasnya turut menjaga Bali bukan justru membantu tindak kejahatan yang merusak pariwisata.

“Memohon kepada majelis hakim dapat menjatuhkan hukuman sembilan bulan dipotong selama terdakwa berada dalam tahanan,” sebut Jaksa Kejari Denpasar ini.

Dalam dakwaan terungkap Maxim Bredikhin (DPO) bersama Alexei Korotkikh (meninggal dunia), saksi Georgi Zhukov, saksi Robert Haupt dan Vitali (DPO) pergi bersama-sama menuju kantor Money Changer Tanjung Benoa untuk melakukan perampokan uang.

Setelah mengambil uang di laci kasir dan satu unit brankas pelaku langsung kabur. Aksi itu menyebabkan kerugian Rp1 miliar lebih.

Polisi berhasil menangkap beberapa pelaku dan dua orang dinyatakan DPO bernama Vitali, yang sebelumnya menyewa mobil di Kuta dan Maxim Berdikhin yang juga menyewa satu mobil untuk melakukan perampokan.

Saat polisi mengejar DPO inilah, terdakwa ikut membantu Maxim mendatangi tempat mobil di saat yang bersamaan dengan waktu penyewaan selama satu bulan. (bro)

Baca Juga :   Gerakan Indonesia Berjapa Serukan Berjuang Dan Bersatu Stop Covid-19

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar