Tokoh Tabanan Panji Astika Ciptakan Mesin Pembuat Disinfektan Cegah Corona

(Dutabalinews.com),Untuk mencegah dan memutus mata rantai penularan dan penyebaran virus Corona atau COVID-19 yang kini tengah menjadi pandemik,
selain dengan menjaga jarak (social distancing), tidak keluar rumah atau menghindari kerumunan. Yang juga penting adalah menjaga kebersihan dengan pola hidup bersih dan sehat serta lingkungan.

Untuk menjaga kebersihan lingkungan di antaranya bisa dilakukan dengan disinfeksi atau menyemprotkan cairan disinfektan agar terbebas dari paparan COVID-19. Bahan baku disinfektan ini bisa diproduksi melalui proses fermentasi dari berbagai produk pertanian yang selanjutnya melalui proses destilasi atau penyulingan.

“Bahan baku yang dapat difermentasi di antaranya air kelapa, singkong, aren, ketela, tebu dll yang bisa diperoleh dari kerja sama dengan kelompok petani,”
ujar tokoh Tabanan AA Ngurah Panji Astika, ST, Minggu (5/4/2020).

Turah Panji begitu pengusaha sanitasi lingkungan ini kerap disapa berhasil menciptakan sebuah mesin dan bahan untuk membuat cairan disinfektan dengan menggunakan isolator untuk memisahkan antara air dengan etanol. Setelah dipanaskan dengan burner dalam suhu panas yang stabil nantinya akan menghasilkan cairan Ethanol (C2H5OH) nama kimia dari etil alkohol.

Saat ditemui di lokasi kerjanya Jl. Kusuma Bangsa Denpasar, pria lulusan Teknik Mesin Universitas Brawijaya tersebut menjelaskan destilasi merupakan teknik pemisahan yang didasari atas perbedaan titik didih atau titik cair dari masing-masing zat penyusun dari campuran homogen.

“Dalam proses destilasi terdapat dua tahap yaitu tahap penguapan dan pengembalian kembali uap menjadi cair. Atas dasar ini maka perangkat destilasi menggunakan alat pemanas dan juga pendingin,” jelas pria yang dikenal peduli budaya dan pertanian asal Puri Tabanan tersebut.

Ia memaparkan untuk mendapatkan etanol hasil fementasi perlu dilakukan pemisahan yaitu dengan cara penyulingan atau destilasi pada suhu 85 °C dan suhu ini harus dipertahankan, karena etanol sendiri menguap pada suhu tersebut. Alat pemanas atau burner-nya bisa bersumber dari gas LPJ atau panel listrik yang suhu panasnya bisa diatur menjadi stabil.

“Uap yang dihasilkan dikembalikan ke fase cair dengan cara kondensasi sehingga didapatkan etanol. Pada penyulingan pertama biasanya dihasilkan etanol 50% – 60%. Oleh karena itu etanol tersebut disuling lagi agar kadar yang dihasilkan meningkat sekitar 20% hingga mendapatkan etanol dengan kadar 75%. Ini sudah cukup sebagai bahan baku disinfektan yang aman buat manusia,” imbuh bakal calon Bupati Tabanan yang diusung Partai Golkar dan NasDem untuk Pilkada 2020 ini.

Baca Juga :   Trisno Nugroho: Inflasi Bali Lebih Rendah dari Nasional

Etanol selain digunakan sebagai bahan dasar disinfektan dan hand sanitizer juga sebagai pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan dan obat-obatan. Dalam kimia, etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya. (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar