Pasek Suardika: Munculkan Kerumunan Baru, PKM Perlu Dievaluasi

(Dutabalinews.com),Wasekjen Partai Hanura yang juga mantan Anggota DPD RI dapil Bali Gede Pasek Suardika (GPS) mengatakan kalau penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) hanya sebatas memeriksa surat saja tidak akan efektif hasilnya.

“Kalau hanya PKM sebatas periksa surat, jelas tidak efektif dalam memutus mata rantai Covid-19,” ujar GPS, Selasa (19/5/2020) saat dikonfirmasi. Menurutnya, penerapan PKM yang efektif mestinya bisa diterapkan di pusat-pusat keramaian seperti pasar, perkantoran, dan tempat kerumunan lainnya. Karena di pusat-pusat keramaian tersebutlah yang mesti diawasi.

“Paling tidak lewat penerapan PKM yang efektif bisa mengingatkan masyarakat agar selalu jaga jarak dan menggunakan masker. Bukan sebaliknya diterapkan lewat periksa surat. Itu tidak efektif memutus mata rantai Covid-19,” ucapnya.

Mantan Ketua Komisi III DPR RI ini menjelaskan sesuai Perwali Nomor 32 Tahun 2020 yang isinya Kelurahan maupun Desa Adat mengusulkan agar bisa menerapkan PKM untuk bisa memutuskan mata rantai Covid-19, kalau dilihat dari penerapan PKM yang sudah berjalan selama lima hari kesannya masih sebatas periksa surat dan justru memunculkan kerumunan baru.

Baca Juga :   Tunggu Putusan MP, Sugawa Korry: Golkar Tetap Terbuka bagi Kader yang 'Melanggar'

Itu sama dengan tidak memutus mata rantai Covid-19. Mestinya Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar bisa mencarikan cara yang baik dalam penerapan PKM. Apalagi ini menyangkut kesehatan orang banyak.

“Intinya dalam penerapan PKM harus lebih banyak mengimbau terus-menerus mengingatkan kepada masyarakat agar selalu rajin cuci tangan dan rajin menggunakan masker pada saat bepergian,” tambahnya. (sus)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar