Rusak Pintu Vila, Bule Selandia Baru Divonis Tujuh Bulan

(Dutabalinews.com),Akibat merusak pintu gerbang vila di Jalan Kubu Anyar, Kuta, bule asal Selandia Baru, Luzi Cadisch (65) divonis 7 bulan oleh Majelis Hakim PN Denpasar dalam sidang di PN Denpasar, Kamis (28/5/2020). Atas putusan tersebut, Luzi. menyatakan banding.

Sidang yang diketuai Hakim Wayan Gede Rumega itu sependapat dengan jaksa bahwa terdakwa melanggar Pasal 406 Ayat 1 KUHP tentang pengerusakan yang mengakibatkan korban Rudi Hartono Iskandar mengalami kerugian Rp35 juta. “Perbuatan terdakwa bersalah melawan hukum merusak barang orang lain,” kata hakim.

“Alasan kami banding karena hukumannya terlalu berat yang mana klien kami salah satu penghuni di komplek perumahan tersebut dan tidak ada niat untuk melakukan pengrusakan melainkan membuka kunci otomatis dengan menggunakan kunci L untuk membuka pintu gerbang untuk jalan keluarnya truk yang mengangkut sampah milik warga perumahan,” ucap Elin usai sidang.

Sementara itu, jaksa A.A Made Suarja Teja Buana juga menyatakan banding atas putusan hakim, karena jaksa dalam sidang sebelumnya menuntut terdakwa selama 10 bulan. Pengerusakan berawal saat saksi korban pemilik vila telah memasang pintu gerbang otomatis dengan kode remotecan pin agar menjamin keamanan vilanya.

Baca Juga :   Sidang Narkoba, Warga Rusia Minta Bebas

Entah apa yang ada dibenak terdakwa, pada saat truk sampah akan mengangkut di vila itu pada 21 Juli 2019, terdakwa malah membuka dua baut yang menghubungkan pagar otomatis dengan pintu dengan menggunakan kunci L yang dibawanya.

Setelah terbuka, terdakwa mempersilahkan masuk truk pengangkut sampah di vila itu, namun terdakwa justru tidak memperbaikinya kembali. Pintu otomatis vila justru digembok oleh terdakwa dengan kunci manual. Akibat perbuatan terdakwa, pegas-pegas yang tersambung pada pintu itu tidak dapat digunakan kembali dan kunci otomatis pintu gerbang rusak.(bro)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar