Kasus Covid-19 Menurun, Trisno Nugroho: Sekaranglah Saatnya Pemulihan Ekonomi dan Pariwisata

(Dutabalinews.com),Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho mengatakan seiring dengan semakin berkurangnya kasus penambahan pasien positif Covid-19, maka sekaranglah saatnya untuk melakukan pemulihan ekonomi dan pariwisata agar Bali bangkit.

“Agar perekonomian Bali bangkit, kita harus mulai menerapkan tatanan kehidupan Bali era baru sesuai yang tertuang dalam SE Gubernur No.3355. Tatanan kehidupan era baru tidak hanya mengedepankan pada protokol kesehatan tetapi juga harus mencakup kegiatan penyelesaian transaksi pembayaran tanpa kontak fisik secara non tunai atau berbasis digital yang antara lain dengan menggunakan QRIS,” ujar Trisno pada acara “Digitalisasi Sistem Pembayaran Berbasis QRIS pada Fasilitas Layanan Kesehatan, UMKM, dan Kawasan Wisata di Kabupaten Karangasem dan Klungkung” di Pantai Yeh Malet Karangasem, Sabtu (8/8).

Hadir pada acara tersebut Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Bupati Klungkunh I Nyoman Suwirta. Dijelaskan Trisno, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank Indonesia menjadi salah satu solusi alat pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, dan aman serta dapat diaplikasikan di semua sektor termasuk di Pusat Perbelanjaan, Objek Wisata, hingga Rumah Sakit karena mendukung faktor clean, health, safety and environment sustainability (CHSE) yang meminimalkan kontak fisik dalam bertransaksi.

Baca Juga :   Raih Penghargaan "Sangat Bagus" Infobank, BPR Kintamani Perdana Tumbuh Positif

Hal ini sejalan dengan imbauan WHO (World Health Organization) yang menghimbau masyarakat agar menggunakan contactless payment.

Ditambahkan jumlah merchant yang telah menggunakan QRIS per 31 Juli 2020 mencapai 113.737, dimana 1.832 merchant berada di Kabupaten Karangasem dan 1.755 di Kabupaten Klungkung. Angka tersebut meningkat signifikan yakni sebesar 346% dibandingkan dengan awal tahun 2020.

Dari angka tersebut, sebanyak 57% (64.650) merchant merupakan usaha mikro, 20% (22.751) merchant usaha kecil, 17% (18.862) merchant usaha menengah dan 6% (6.807) merchant usaha besar. “Kami meyakini peningkatan penggunaan QRIS sebagai sarana pembayaran digital yang cepat, mudah, murah, aman, dan handal ini akan semakin mendorong percepatan kebangkitan perekonomian Bali,” tambahnya.

Menurut Trisno, kunci keberhasilan penerapan tatanan kehidupan era baru menuju Bali Bangkit tidak lepas dari adanya kerja sama dari semua pihak mulai dari pemerintah, perbankan, pelaku usaha, tim medis dan masyarakat.

Ia berharap kota dan kabupaten di Provinsi Bali lainnya dapat mengikuti jejak Kabupaten Karangasem dan Klungkung dalam menerapkan tatanan kehidupan Bali era baru meliputi digitalisasi transaksi nontunai berbasis QRIS di berbagai sektor khususnya sektor kesehatan, perdagangan, dan pariwisata sebagai penopang perekonomian Bali.(ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar