Lagi, Tiga Aset Tanah Mantan Kepala BPN Tri Nugroho Disita Kejati Bali

(Dutabalinews.com),Penyidik Kejati Bali kembali melaksanakan penyitaan atas tanah dan bangunan dalam perkara gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan tersangka Tri Nugroho yang merupakan mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Denpasar dan Badung.

Kasipenkum Kejati Bali, A. Luga Harianto, mengatakan ada 3 bidang tanah di daerah Kerobokan, Dalung dan Pemogan yang kembali disita. “Jadi aset atas nama tersangka TN, hari ini kembali disita atas dasar penetapan Pengadilan Negeri Denpasar yang memberikan izin kepada penyidik,” ucap Luga, Rabu (12/8).

Menurutnya, dari 3 bidang tanah tersebut, 1 di antaranya terdapat bangunan di atasnya, sedangkan dua bidang lainnya merupakan tanah kosong. “Dari tiga benda sitaan yang hari ini disita, dua di antaranya atas nama TN dan satunya atas nama WKP,” jelasnya.

Penyitaan ini melanjutkan penyitaan hari sebelumnya, yakni menyita tiga aset berupa tiga bidang tanah. Sebelumnya ada sejumlah kendaraan hingga bangunan terus ditelisik terkait kasus dugaan gratifikasi dan pencucian uang.

Perlu diketahui dalam kasus dugaan penipuan kasus jual beli tanah senilai hampir Rp150 miliar yang melibatkan mantan Wakil Gubernur (Wagub) Bali Ketut Sudikerta dengan korbannya Maspion Grup mengemuka nama mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Badung dan Denpasar Tri Nugroho.

Baca Juga :   Serangkaian HUT ke-62, Kodam Udayana Tirtayatra ke Pura Kahyangan Jagat di Bali

Tri Nugroho dituding menerima Rp10 miliar dari Sudikerta. Penyidik kemudian melakukan penyidikan dengan dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Hasil pengembangan penyidik menemukan dugaan gratifikasi selama menjabat sebagai Kepala BPN.(bro)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar