Hadapi 2024, Gunthar Bachroemsjah: Partai Berkarya akan Tata Kembali Kepengurusan di Bali

(Dutabalinews.com),Ketua Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan Partai Berkarya (Beringin Karya) Gunthar Bachroemsjah mengatakan Bali adalah contoh Indonesia. Jadi potensinya begitu besar bagi Berkarya.

“Karena itu kepengurusan di Bali akan ditata kembali sehingga partai ke depan bisa berkontribusi dalam pembangunan. Kita
akan rekrut ulang kepengurusan. Kita akan pinang kader yang cocok untuk mengelola partai ini lebih maju lagi,” ujar Gunthar saat ditemui di Denpasar, Jumat (21/8).

Mantan Korwil Bali Nusra Partai Berkarya yang lama menetap di Bali ini mengakui kurang gregetnya partai karena evaluasi yang tak berjalan dengan baik sehingga kepengurusan menjadi vakum.

Hal ini diakui berdampak bagi kontribusi partai di legislatif. “Kita tak memiliki kader yang duduk di legislatif. Dengan penataan kembali diharapkan bisa berkiprah di 2024 nanti,” tambah penggemar rokok cerutu ini.

Gunthar Bachroemsjah

Dikatakan Gunthar, sebelumnya Bali memiliki kader andal seperti Brigjen Pol. (Purn.) Dewa Suharya dan sejumlah kader serta tokoh yang ikut membesarkan partai. “Nanti kita akan pinang mereka dan kalau ada tokoh yang mau bergabung tentu kita harapkan,” tambah Gunthar didampingi pengurus Ray.

Baca Juga :   Pesan Jro Gede Alitan Batur: Pasemetonan Bali Mula Agar Tetap Rendah Hati dan Tidak Berpikir "Nyapa Kadi Aku"

Di sisi lain, Gunthar menjelaskan tentang keberadaan partai menyusul telah
ditetapkannya SK baru yang diterbitkan oleh Kemenkumham pada 30 Juli 2020 dengan Nomor M.HH-17.AH.11.01 Tahun 2020. Ini artinya hasil Rapimnas di Kota solo yang menghasilkan SK Nomor M.HH-07.AH.11.01 Tahun 2018 tentang AD/ART telah dicabut oleh Kemenkumham dengan menerbitkan SK Tahun 2020.

“Dengan telah diterbitkannya SK baru 2020 oleh Kemenkumham, yang telah menetapkan AD ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga) Partai Beringin Karya (Partai Berkarya), maka otomatis menggugurkan hasil Rapimnas 3 Partai Berkarya Solo 11 maret 2018 lalu,” jelas Gunthar.

Dengan kondisi ini Ia berharap bahwa dualisme yang terjadi di tubuh Partai Berkarya diharapkan telah usai. “Saya berharap dari hati paling dalam kita sudahi dan legowo menerima mekanisme Partai yang sudah kita lalui bersama ini, ayo kembali kita besarkan partai ini bersama-sama,” tambahnya.

Marlis Pohan selaku Ketua Dewan pakar Partai Berkarya Pusat juga berharap apa yang menjadi perseteruan sebelumnya bisa diselesaikan dengan sebaiknya. “Perbedaan itu hal biasa, tetapi kepemimpinan saat ini sudah disahkan oleh keputusan bersama dalam munaslub. Saatnya kita berkarya kembali dalam komando Muchdi Purwopranjono sebagai Ketua Umum dan Badaruddin Andi Picunang sebagai Sekretaris Jenderal,” ujarnya. (sus)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar