Ny. Putri Koster: TOSS Karangdadi Patut Dicontoh dan Jadi Tempat Studi Banding

(Dutabalinews.com),Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan pembuatan rumah contoh dan kebun HATINYA PKK di areal pengolahan sampah merupakan ide cemerlang.

Karena pupuk yang digunakan untuk merawat tanaman adalah kompos yang dihasilkan TOSS. “Dengan demikian, kebun ini menghasilkan bahan pangan yang sehat tanpa pupuk kimia,” ucap Ny. Putri Koster saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Klungkung, Senin (31/8/2020).

Didampingi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta dan Ketua TP PKK Klungkung Ny. Ayu Suwirta, Ny. Putri Koster meninjau sejumlah program unggulan di daerah berjulukan Gumi Serombotan itu.

Adapun sejumlah lokasi program unggulan yang dikunjungi istri Gubernur Bali Wayan Koster itu, di antaranya Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) di Banjar Karangdadi, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Klungkung.

Ide kreatif Pemkab Klungkung dan TP PKK setempat membuat rumah contoh dan kebun HATINYA PKK di areal TOSS, menarik perhatian Ny. Putri Koster. Ia yang berkesempatan melakukan panen di kebun HATINYA PKK nampak antusias melihat hamparan tanaman pangan yang tumbuh subur di areal tersebut.

Baca Juga :   Lima Pelaku Balapan Liar di By Pass IB Mantra Diamankan

Dalam kesempatan itu, Putri Koster yang didampingi sejumlah pengurus TP PKK Provinsi Bali nampak bersemangat memanen beberapa produk pangan, seperti kangkung, kacang tanah, tomat, terung ungu dan cabai.

Ia berharap, kreativitas TP PKK Klungkung ini perlu dicontoh oleh kabupaten/kota lainnya. “Tak perlu jauh-jauh studi banding, ke sini saja sudah cukup,” pintanya. Masih dalam kesempatan yang sama, pendamping Orang Nomor Satu di Bali ini juga meninjau proses pengolahan sampah TOSS Karangdadi. Bupati Suwirta menerangkan, program TOSS adalah salah satu solusi untuk menyelesaikan persoalan sampah.

TOSS merupakan program olah sampah menjadi energi alternatif. Proses pengolahan TOSS dilakukan beberapa tahap. Proses pertama adalah pengumpulan sampah, kemudian peuyeumisasi dan briketisasi. “Peuyeumisasi adalah teknik mengubah sampah menjadi gas menggunakan alat bio aktivator, kemudian gas tersebut digunakan sebagai bahan bakar menggerakkan generator untuk memproduksi listrik,” jelasnya.

Sedangkan briketiasi adalah teknik mengubah sampah menjadi bahan bakar briket. Bahkan, Suwirta berencana menggunakan briket itu sebagai bahan bakar industri pembuatan pindang yang banyak dilakukan nelayan di kawasan tesebut.
Selain itu, ia juga ingin TOSS menjadi tempat riset bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian.

Baca Juga :   Pasutri Kurir Sabu Divonis 14 Tahun

Saat ini, TOSS Karangdadi mengelola sampah lima kelurahan di Kota Semarapura. Menurut Suwirta, keberadaan TOSS ini sejalan dengan program Gubernur Bali tentang pengolahan sampah di sumbernya. Pada tahun 2021 mendatang, bupati asal Nusa Penida ini menargetkan seluruh desa di Kabupaten Klungkung memiliki TOSS.

Menanggapi paparan Bupati Suwirta, Ny. Putri Koster menyebut Klungkung sebagai kabupaten yang telah menemukan inovasi dan pola yang tepat dalam penanganan sampah. Menurutnya, mengemukanya persoalan sampah belakangan ini merupakan dampak dari kurang tepatnya pola yang diterapkan dalam pengelolaan sampah selama bertahun-tahun.

Hal itu kemudian menimbulkan tumpukan sampah di TPA Suwung. “Kabupaten/Kota di kawasan Sarbagita membuang sampahnya ke TPA Suwung sehingga manjadi gunungan sampah yang hingga kini belum kunjung tertangani secara tuntas,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia berharap sistem TOSS dicontoh kabupaten/kota lainnya. Bila seluruh desa di Bali memiliki sistem TOSS, ia optimis persoalan sampah akan teratasi. Di sela-sela kunjungannya ke TOSS Karangdadi yang dirangkai dengan panen di kebun HATINya PKK Klungkung, Ny. Putri Koster menyerahkan bantuan berupa masker dan 100 paket sembako. Ia juga menyemangati para pekerja pemilah sampah dan menyebut pekerjaan yang mereka lakukan sangat mulia.

Baca Juga :   Diduga Korupsi Pembangunan Ruang Kelas, Oknum Kepala SMAN Satu Atap Nusa Penida Ditahan

Dalam kunjungan kerjanya kali ini, Ny. Putri Koster juga meninjau Unit Usaha Garam Beryodium ‘Uyahku Kusamba’ yang dikelola Koperasi EPP Mina Segara Dana, Jalan Pura Segara Desa Kusamba. Ia menyampaikan harapan agar usaha pembuatan garam di Bali kembali bangkit. (pem)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar