11-13 September, Baliwood International Webconference of Film Village Diikuti Peserta dari 30 Negara

(Dutabalinews.com),Baliwood International Webconference of Film Village akan digelar secara online pada 11-13 September 2020 diikuti pembicara dari 30 negara termasuk dari Indonesia dan stakeholder dari Bali sendiri. Acara ini merupakan kerja sama Baliwood Indonesia dengan ITB STIKOM Bali.

CEO Baliwood Indonesia Dr.(Hon) R. Arvin I. Miracelova,SE, MSc,CAPM saat prescon secara virtual yang dipandu Panji Agustino, Selasa (8/9) menyampaikan
melalui acara dunia ini meski secara virtual namun menjadi langkah baru memulai transformasi global yang bersinergikan dunia, membangun integrasi se Bali dan Nusantara dari gerbang Desa (film) dunia. “Baliwood Land.
Dari Bali, Untuk Indonesia, Dipersembahkan kepada Dunia”.

Ditambahkan, Baliwood Land mengembangkan ikon dunia masa depan di Bali dan pintu gerbang Nusantara bersama para stakeholders dunia untuk berbagi pengetahuan dan pengalamannya mengenai Film, Media Content, Animasi, Game, Film Tourism, Digital Platform hingga Augmented reality untuk dikolaborasikan di misi Baliwood Land (desa film dunia era baru).

Baliwood International Webconference of Film Village akan disiarkan secara live selama 3 hari acara di TV Desa melalui satelit free to air Nusantara 1 dan Telkom 4 juga NU Channel lewat satelit FTA Chinasat serta youtube live di Stikomers TV dan TV Desa on terus dan apps live di Genflix.

Baca Juga :   Tim Opsnal Polsek Mengwi Amankan Pelaku Penganiayaan Security Rumah Jabatan Bupati Badung

Dijelaskan pada hari pertama event ini menghadirkan tamu-tamu internasional antara lain Prof. Luisa Dall’Aqua (Bologna University), Sukhwa Hong (H-Culture), perusahaan animasi dunia dari South Korea, Apurv Modi (Director Atechnos India, perusahaan game dunia), dan Alan E.Wijaya, B.Sc, MBA (Indonesia Movieland Jababeka).

Juga ada sesi khusus dan pemaparan menarik dari internasional women session di hari ke-3 yang diisi oleh Irene M.Gironacci PhD (Swinburne Univ of Tech Australia), Aisha Al Muqla (Founder Pan Media Bahrain), Karin Thun Lydhal (VP Epidemic sound Sweden), Vasilena Petrova (Javada Film Bulgaria).

Ditambahkan Arvin, selama 3 hari penuh, event ini juga diisi berbagai narasumber ahli dan industri dari Hollywood, Bollywood, Chinawood, Asia Tenggara, Korea, Amerika Latin, Euro Films hingga Australia.
Juga diisi dan didukung oleh stakeholders lokal dari Univ. Udayana, Pemerintah Desa (Abiansemal Dauh Yeh Cani Badung), Pemerintah Bali dan pihak nasional Kementerian-kementerian serta LIPI.
“Bagi siapa saja masyarakat kreatif Indonesia juga bisa ikut,” tambahnya.

Event ini memadukan wisata film dan sebuah industri konten baru secara unik yang berbasiskan potensi alam, budaya, tradisi serta pemberdayaan masyarakat kreatif desa dan inovasi digital. Wilayah perpaduan pengembangan wisata film dan alam yakni Eco-digital & film adventure park memanfaatkan perpaduan alam dengan teknologi game dan augmented reality sebagai basis tematik film park yang tidak merusak alam.

Baca Juga :   Pameran Karya Kreatif Indonesia Seri-2 Diharapkan Mampu Memperluas Pasar Internasional

Sementara itu Rektor ITB STIKOM Bali, Dr. Dadang Hermawan mengatakan event ini merupakan ini kolaborasi antara akademisi dengan dunia industri. “Kami mengundang dari seluruh Indonesia serta pembicara dari 30 negara. Ini juga kesempatan yang bagus bagi mahasiswa dan akademisi untuk menambah wawasan. Apalagi event ini digelar melalui webcon sehingga bisa lebih efisien dan tentu lebih murah,” jelasnya.

Apalagi ITB STIKOM Bali memiliki program studi Sistem Informasi yang salah satu konsentrasinya itu adalah Film dan Multimedia. STIKOM Group juga memiliki sekolah di Abiansemal yaitu SMK Pandawa Bali Global Abiansemal. “Karena ada Baliwood homebase di Abiansemal tentu saja menjadi peluang bagi ITB STIKOM Bali maupun SMK Pandawa di Abiansemal bisa berkolaborasi memanfaatkan SDM di STIKOM Bali yang bukan hanya menguasai teori tapi juga praktek dan terjun di dunia film yang difasilitasi oleh Baliwood Indonesia,” jelasnya.

Pemilihan Abiansemal sebagai tempat karena posisinya di tengah Bali dan merupakan jantungnya Bali. “Abiansemal jadi pintu gerbang integrasi dan diharapkan jadi percontohan,” ujar Dr. Dadang.

Baca Juga :   Posyandu Melati Banjar Tegeh Sari Tonja Masuk Peringkat VI Nasional

Sebelum event ini, telah dimulai dari Webcongress nasional desa film Baliwood di bulan Juli 2020 bersama LIPI, dibuka oleh Wagub Provinsi Bali (Prof. Dr. Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati) dan didukung oleh Kemendes PDTT Kementerian Parekraf, dan Kemdikbud. (bas)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar