Bro Shalah: Rakyat Butuh Bantuan, Bukan (Hanya) Aturan

(Dutabalinews.com),Dampak Covid-19 yang menyerang berbagai aspek kehidupan, sangat terasa pada ekonomi sektoriil khususnya di Bali yang bergantung pada pariwisata.

Terkait Pergub No.46 Tahun 2020, kebijakan yang dikeluarkan Pemda tentang pemberlakuan sanksi bagi yang tidak memakai masker, Shalahuddin Jamil atau yang akrab dipanggil Bro Shalah ikut berkomentar selaku Ketua DPW PBB Bali.

“Masyatakat Bali sudah sangat cerdas dalam menanggapi status covid, begitupun penerapan protokol new normal yang diminta oleh pemerintah. Harusnya di saat situasi seperti ini Pemerintah lebih memiliki rasa empati dalam menerapkan kebijakan, dengan mempertimbangkan banyak aspek,” ujarnya.

Saat ini Rp100 ribu bukan uang kecil yang mudah didapat. Bahkan pekerja swasta yang saat ini masih berkantor pun, hanya mendapat separuh gaji dan tentu itu tidak bisa mencukupi kebutuhan. “Anggaran untuk covid yang cukup besar seharusnya bisa dibelanjakan untuk membantu masyarakat,” jelasnya.

Sebagaimana informasi yang disampaikan Presiden Ir. Joko Widodo, Bali merupakan wilayah yang paling terdampak dengan kontraksi yang sangat tajam sebesar 10,98 persen. Sehingga seluruh elemen masyarakat harus bekerja keras agar Bali bisa bangkit kembali.

Baca Juga :   Bisa Bawa Perubahan, Berbagai Kalangan Harapkan Paslon AMERTA Pimpin Denpasar

“Saat ini masyarakat sangat membutuhkan bantuan dan solusi strategis dari Pemerintah Daerah agar bisa bangkit kembali, bukan hanya aturan dan imbauan,” ujar Bro Shalah.

Langkah pertama mungkin bisa dilakukan melalui Campaign Bali Bangkit atau Bali Rise Up. Campaign dengan konsep Travelling New Normal untuk menciptakan Trusting bagi wisatawan.

Shooting mulai dari penerimaan di hotel, pelayanan transportasi dan spot wisata dengan standar protokol Covid. “Libatkan Young Creativepreneur dalam project tersebut,” ujar Bro Shalah. (pbb)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar