Kejaksaan Denpasar Tangkap Harijanto Kariadi di Jakarta

(Dutabalinews.com),Tim Kejaksaan Negeri Denpasar (Jajaran Intelijen Kejaksaan Negeri Denpasar dan Kejaksaan Tinggi Bali) serta Polda Bali menangkap terpidana Harijanto Kariadi di Jakarta.

“Penangkapan tersebut diawali di Jakarta kemudian diberangkatkan dengan pesawat dari Jakarta-Denpasar dan tiba di Bandara Ngurah Rai Bali pukul 20.00 Wita,” kata Kasipenkum Kejati Bali, Luga Harilianto.

Ia menerangkan, usai ditangkap terpidana dibawa Tim ke Lapas Kerobokan dan diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum ke Lapas Kerobokan untuk dilaksanakan eksekusi terhadap Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI nomor 595 K/Pid/2020 tanggal 28 Juli 2020.

Harijanto Kariadi terbukti bersalah melakukan tindak pidana menggunakan akta otentik yang dipalsukan (Pasal 266 ayat 2 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP) dan menjatuhkan putusan pidana penjara terhadap Harijanto Kariadi selama 2 (dua) tahun penjara.

Upaya hukum kasasi diajukan Jaksa Penuntut Umum dikarenakan Putusan Bebas yang dijatuhkan Pengadilan Tinggi Denpasar. Sebelumnya di Pengadilan Negeri Denpasar, Harijanto Kariadi terbukti bersalah dan dijatuhi pidana 2 (dua) tahun penjara.

Baca Juga :   Bakti Sosial Di Pura Penataran Ped Dalam Rangka HUT ke-74 Bhayangkara

“Adapun penangkapan ini dilakukan dikarenakan terpidana Harijanto Kariadi telah dilakukan pemanggilan oleh Jaksa Penuntut Umum untuk melaksanakan putusan kasasi Mahkamah Agung RI namun tidak memenuhi panggilan,” ucap Luga.

Adapun kondisi kesehatan terpidana dalam keadaan sehat dan pada saat diberangkatkan menuju Bali telah dilakukan rapid tes dengan hasil non reaktif.

Harijanto Karjadi langsung dilakukan eksekusi menyusul kakaknya Hartono Karjadi yang sempat lama sembunyi di Hongkong kini telah diamankan dan mendekam di Polda Bali.

Eksekusi terhadap Harijanto Karjadi dipimpin langsung oleh Kasipidum Kejari Denpasar, Wayan Eka Widanta,SH

Ditegaskannya, bahwa surat untuk segera dilakukan eksekusi telah dilayangkan sebanyak tiga kali. Namun tidak juga ada tanggapan. Terakhir pihak kejaksaan melayangkan surat eksekusi terhadap terdakwa, Senin (7/9).

Karena tak juga ditanggapi, dilakukan penyelidikan. Diketahui terdakwa yang bermasalah dengan pengusaha Tommy Winata ternyata sedang berada di Jakarta.

Sebagaimana diketahui, terdakwa sebelumnya sempat dinyatakan bebas dalam putusan banding di Pengadilan Tinggi Denpasar. Kemudian JPU melakukan Kasasi, hasilnya Mahkamah Agung memutuskan menguatkan putusan di Pengadilan Negeri Denpasar yang menjatuhkan hukuman selama 2 tahun penjara.(bro)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar