Kawasan Wisata Pulau Maitara Diserbu Pengunjung

(Dutabalinews.com),Kawasan wisata Pulau Maitara atau dikenal dengan sebutan Pulau “Uang Seribu Rupiah” yang tergambar di kertas, menjadi sorotan warga Ternate lantaran memiliki keindahan yang tak kalah menarik dengan daerah lain.

Karena keunikannya, Pulau Maitara ini hampir setiap hari dikunjungi wisatawan lokal yang didominasi masyarakat Ternate. Kehadiran pengujung tiada lain untuk menikmati keindahan alam di pulau Maitara.

Lokasi pantai wisata ini merupakan salah satu destinasi yang sangat strategis karena berada di tengah antar pulau Ternate dan pulau Tidore,

Selain pemandangan yang indah juga terdapat pula keindahan bawah laut yang tidak diketahui banyak orang, ternyata banyak juga spesies biota laut.

Ketika ditemui, Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore, Hamid Abdul Latif mengungkapkan bahwa lokasi ini akan terus dijaga dan dilestarikan karena pemerintah setempat akan menjadikan lokasi ini sebagai tempat wisata favorit.

“Para penyelam yang kami lihat mereka juga menggunakan ko-Teks, selalu rutin untuk menyelam dengan tujuan untuk menjaga terumbu karang sehingga tidak dirusak orang lain,” jelasnya belum lama ini.

Tak heran jika tempat ini menjadi pilihan utama pengunjung untuk berlibur bersama keluarga. Salah satu pengunjung, Mul mengatakan Pulau Maitara ini dibilang cukup unik karena sudah sejak lama terpromosi melalui Pesona Maitara yang tergambar di Uang kertas Seribu Rupiah yang menjadi kebanggaan kita”.

Pulau Maitara memang saat ini sedang berbenah dalam rangka menjadikannya sebagai wisata andalan namun fasilitasnya masih perlu terus ditingkatkan.

“Saran saya pemerintah harus benar-benar fokus membangun kawasan pulau Maitara, bila perlu setiap bulan sekali ada event yang mampu menarik perhatian banyak orang untuk datang ke pulau Maitara seperti, festival bakar ikan, festival tarian, dan masih banyak lagi atraksi yang harus ditampilkan di pulau ini,” harapnya.

“Dengan demikian maka, pengelolaan wisata Maitara itu tentunya akan meningkat terutama pendapatan belanja daerah. Selain itu, ada manfaat bagi warga setempat,” ungkap Mul yang ternyata datang tidak sendiri, melaikan bersama keluarga dan teman-teman kantornya. Mereka datang menggunakan speed boat dari arah Ternate untuk berlibur.

Baca Juga :   ​Ketua Dekranasda Bali: Motif Songket Perlu Dipatenkan Agar Tak Dijiplak

Pulau Maitara sudah mulai dipadati banyak pengunjung. Terlihat orderan Ko Teks (tempat menginap yang disediakan selalu saja full hingga sebagian pengunjung tidak dapat melalukan reservasi karena hanya empat Ko- Teks yang tersedia.

Menurut salah seorang pedagang, Kasim kehadiran wisata pulau Maitara bagi mereka membawa berkah tersendiri karena banyak pengunjung yang datang menikmati keindahan pantai sambil menunggu matahari terbenam.

Pengunjung yang datang di lokasi ini bertepatan dengan hari libur, ada yang memilih renang dan ada juga berenang bersama keluarga mereka bahkan ada yang menyewa ko-teks untuk dijadikan tempat menginap.

Di lokasi ini terdapat empat konteks yang disediakan pengelola dengan fasilitas yang lengkap, namun jika ke pantai pulau Maitara pengunjung harus reservasi lebih awal karena harga yang didapatpun sangat murah yaitu sebesar Rp. 350.000.

Kasim yang merupakan warga Maitara merasa senang karena jualannya laris manis meskipun masih terkendala dengan modal yang harus ia kumpulkan.

Beberapa tempat santai seperti kursi dan meja dibuat sendiri tanpa adanya bantuan. Kasim berharap pemerintah untuk pemulihan ekonomi ini lebih memperhatikan pedagang kecil. (udi)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar