Aksi Massa Kawal Sidang JRX Tak Terbendung

(Dutabalinews.com),Sidang ketiga JRX SID yang kembali digelar secara online pada Selasa, 29 September 2020 diwarnai pelarangan.

Frontier Bali dan Aliansi Kami Bersama JRX yang merencanakan menggelar aksi kawal persidangan JRX pada pukul 10.00 Wita di depan Pengadilan Negeri Denpasar mengalami pelarangan aksi.

“Hari ini kita tidak menyerah, kita akan tetap menyusun agenda aksi berikutnya”, ujar Nyoman Mardika selaku Aliansi Kami Bersama JRX.

Ia menyampaikan bahwa aksi kali ini hanya berlangsung singkat bukan berarti menyerah. Mardika juga mengatakan kalau kali ini dilarang melakukan aksi dengan alasan penyebaran Covid-19. “Bagaimana dengan proses pilkada nanti, apakah aparat berani untuk melarang atau membubarkan,” ujarnya.

Namun mobil komando yang datang dari Pertokoan Udayana di Jalan Sudirman Denpasar dihentikan oleh petugas dan mengalihkan mobil komando ke areal parkir rumah sakit dan melarang untuk melanjutkan perjalanan menuju lokasi aksi di depan Pengadilan Negeri Denpasar. Kendati mendapat pelarangan dari petugas, massa melakukan aksi guna menuntut pembebasan JRX.

Baca Juga :   Pesta Narkoba, Pasangan Sejoli Dituntut Tiga Tahun

Sementara, Ketua Frontier Bali Made Krisna Dinata membacakan pernyataan sikap di antaranya menuntut JRX SID dibebaskan dari semua dakwaan, menuntut Ketua PN Denpasar untuk mengganti majelis hakim, menuntut PN Denpasar agar melaksanakan sidang secara tatap muka lansung dan menuntut Ketua PN Denpasar.

Setelah pernyataan sikap, massa akhirnya membubarkan diri. Di bagian lain Jl Sudirman, tepatnya di depan kantor Kejaksaan Negeri Denpasar nampak massa yang datang dari arah lain telah berkumpul. Mereka membentangkan spanduk hitam bertuliskan tagar #SayaBersamaJRXSID dan tak henti-hentinya meneriakkan yel yel bebaskan JRX.

Arus lalu lintas sepanjang Jl. Sudirman nampak merayap pelan karena tidak adanya pengalihan lalin seperti pada aksi-aksi sebelumnya. “Kendati aksi ini mendapatkan pelarangan, namun aksi ini tidak bisa dibendung. Kami tetap akan melakukan aksi guna menuntut pembebasan kawan kami I Gede Ary Astina” kata Krisna Bokis Dinata. (bro)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar