Kampanye Pamungkas AMERTA, Siap Mundur Jika Dalam Dua Tahun Tak Bisa Realisasikan Program

(Dutabalinews.com),Di hari terakhir masa kampanye Pilwali Kota Denpasar, Sabtu (5/12) Paslon AMERTA melakukan simakrama dengan ratusan warga di sejumlah tempat. Dalam simakrama tersebut, Paslon Nomor Urut 2 ini yakni Ngurah Ambara-Bagus Kertha Negara berjanji akan melaksanakan program dan visi-misinya bila terpilih nantinya.

Bahkan di hadapan massa pendukungnya, Ngurah Ambara dan Bagus Kertha Negara menyatakan akan mundur dari jabatannya bila dalam dua tahun tak bisa menjalankan program kerjanya.

Sementara itu dalam simakrama dengan saksi dan simpatisan di Warung Mina Peguyangan, bertemu PKK di Padangsambian dan dengan Semeton Bhujangga Waisnawa di Jalan Tukad Balian serta Rumah Pembaruan Jalan Tulip, ratusan warga tersebut mengapresiasi program AMERTA yang pro rakyat dan mengatakan bertekad untuk memenangkannya.

Ketua Tim Pemenangan AMERTA Wayan Mariyana Wandhira yang hadir memompa semangat para relawan, saksi dan simpatisan seraya mengajak warga kompak untuk mewujudkan perubahan di Denpasar menjadi lebih maju. “Karena selama ini, Denpasar masih belum bisa kita banggakan, baik fisik maupun non fisik. Kita masih tertinggal dibandingkan kabupaten lain,” ujarnya. 
Untuk itu, para saksi, yang juga berperan sebagai agen atau duta perubahan diharapkan bisa berperan ke depannya membawa Denpasar makin maju dan berkembang. “Kita ingin ada aksi nyata dan menyentuh langsung ke masyarakat. Aksi yang bisa dirasakan langsung seperti tunjangan kelahiran Rp1 juta dan kematian Rp10 juta. Serta bantuan lainnya seperti memberikan BPJS gratis kepada pekerja sektor non formal, subsidi sekolah swasta, bantuan untuk dadia Rp 5 juta, prajuru Rp 30 juta, STT Rp25 juta, PKK Rp 5 juta, serta program lainnya. Jadi AMERTA adalah solusi untuk menjawab persoalan ataupun permasalahan di Kota Denpasar,” tandasnya

Sementara Calon Walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra mengatakan, untuk mewujudkan program perubahan yang tertuang dalam visi-misi Denpasar Berseri, Smart City, Berbudaya, dan Berdaya Saing tersebut, danabya bakal dicarikan dari peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan sistem digitalisasi terintergrasi, efisiensi serta menekan kebocoran anggaran.
“Langkah digitalisasi ini sudah terbukti di beberapa daerah di luar Bali yang menjadikan PAD meningkat secara signifikan. Karena digitalisasi ini menutup terjadinya kebocoran,” jelasnya. 
AMERTA juga akan melakukan efisiensi dengan memangkas kegiatan seremonial yang menyebabkan pemborosan. “Jika tidak bisa merealisasikan peogram dalam jangka 2 tahun, kami siap mundur,” pungkasnya.(sus)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar