Bapas Denpasar Gelar Pelatihan Hukum, Harapkan ‘Klien’ Dapat Mengedukasi Ke Masyarakat

(Dutabalinews.com),Bapas Kelas I Denpasar bekerja sama dengan Lembaga Bantuan Hukum Yayasan Lingkar Karma memberikan bekal materi Hukum kepada klien bertempat di aula Kantor Bapas Kelas I Denpasar, Jalan Ken Arok No. 4 Denpasar, Selasa (30/3/2021).

Kepala Bapas Kelas I Denpasar Ni Luh Putu Andiyani, Amd, IP, SH, MH mengatakan bahwa salah satu tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Bapas adalah pembimbingan. “Bapas wajib membimbing klien pemasyarakatan untuk menjadi manusia yang lebih baik sebelum dan sesudah kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Dijelaskan kegiatan kepribadian kali ini memberikan bekal materi bantuan hukum kepada 25 klien Bapas Denpasar yang bekerja sama dengan Yayasan Lingkar Karma.

Harapannya ke depan klien bisa ikut serta mengedukasi saudara, teman dan lingkungan sekitar  bagaimana mendapatkan bantuan hukum apabila ada saudaranya terlibat perkara hukum di masyarakat.

“Pembimbingan kepribadian sangat penting dilaksanakan untuk membentuk mental karakter klien pemasyarakatan yang berbudi pekerti luhur, sadar hukum, dan taat beragama serta memiliki wawasan kebangsaan yang baik. Maka ke depan kami akan lebih sering menyelenggarakan Bimbingan Kepribadian seperti ini,” kata Andiyani saat membuka kegiatan.

Dijelaskannya, resolusi pemasyarakatan saat ini juga menggalakkan lapas produktif. Mewujudkan hal tersebut bukanlah hal yang mudah sehingga perlu kerja sama antar tim.

Oleh karena itu Bapas dengan menggandeng mitra pokmas siap untuk mendukung hal tersebut, yakni mendorong klien pemasyarakatan untuk optimis menjawab tantangan setelah kembali ke masyarakat. “Klien pemasyarakatan diwajibkan memiliki motivasi tinggi, kreatif dan inovatif,” harapnya.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Ketua Lembaga Bantuan Hukum Lingkar Karma, I Gde Edi Budiputra, SH, MH yang menyampaikan materi tentang Bantuan Hukum, serta Penyuluh Hukum Ahli Pertama Kemenkumham Bali, Made Prama Dyanti Kusumasinda dengan materi tentang Kekayaan Intelektual atau Pentingnya Hak Paten Bagi Industri Kreatif.

Dijelaskan bantuan hukum (Bankum) sangat susah dan kerap tidak tepat sasaran. “Seharusnya bantuan hukum itu bisa diberikan secara cuma-cuma bagi masyarakat. Namun nyatanya masih harus ada finansial,” ucap Edi.

Lanjutnya, LBH Lingkar Karma berbicara persoalan Bankum tidak hanya secara litigasi, tapi non-litigasi juga penting untuk memberikan edukasi pemahaman hukum kepada  masyarakat.

Baca Juga :   Update Penanggulangan Covid-19, Lagi Lima Pasien di Bali Meninggal

“Kami sangat apresiasi kegiatan ini dan berterima kasih kepada Bapas Denpasar, sehingga tujuan kami dan Bapas menjadi sinergis untuk memberikan pemahaman Bankum,” imbuhnya.

Bimbingan kepribadian kali ini diikuti sebanyak 25 klien pemasyarakatan. Salah satunya adalah seorang berkewarganegaraan Jerman atas nama Tim D. Pria yang fasih berbahasa Indonesia ini mengakui sempat terjerat kasus pemakaian narkoba dan telah menjalani hukuman selama 4 tahun. Ia menilai kegiatan ini sangat bagus.

“Sangat bagus ke depan, terutama bagi klien pemasyarakatan yang mau terjun ke kerja legal, menambah wawasan, ide-ide dan produktif,” ungkapnya sumringah. (Gus)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar