Majukan Pertanian Organik, Anggota DPD RI Dr. Mangku Pastika Apresiasi Pengembangan Pupuk TOSS Klungkung

(Dutabalinews.com),Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Pemilihan Bali Dr. Made Mangku Pastika,M.M. mengapresiasi kebijakan Pemkab Klungkung dalam mengembangkan pupuk organik dari TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) untuk mendukung pertanian organik sekaligus mengatasi masalah sampah.

Apalagi Bupati Klungkung Nyoman Suwirta telah membuat kebijakan agar Dana Desa difokuskan untuk mengatasi masalah kemiskinan dan sampah. “Kalau tahun-tahun sebelumnya dana desa dipakai bangun kantor yang besar-besar, sekarang diarahkan untuk penanganan kemiskinan,” ungkap Suwirta dalam reses Anggota DPD RI Dr. Made Mangku Pastika,M.M. yang berlangsung, Senin (19/4) secara virtual.

Reses mengangkat tema “Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS)” dipandu tim ahli Nyoman Baskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja juga dirangkai dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada petugas TOSS setempat.

Mangku Pastika juga berharap ada inovasi dalam pengembangan pupuk dari TOSS Gema Santi Klungkung dengan menambahkan  kotoran sapi sehingga bisa meningkatkan kesuburan lahan. “Produk-produk pertanian organik memiliki kualitas dan nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan pertanian menggunakan pupuk non organik (kimia), 1 kilo beras organik harganya bisa mencapai Rp50.000,” kata Mangku Pastika mencontohkan.

Mantan Gubernur Bali dua periode ini sangat mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam menuntaskan permasalahan sampah yang dipilah dari sumber untuk menghasilkan pupuk organik.

Apalagi pupuk tersebut oleh Pemkab Klungkung telah digunakan untuk demplot (demonstrasi plot) pada tanaman padi yang ternyata hasilnya lebih produktif dibandingkan penggunaan pupuk kimia (urea).

Demplot dilaksanakan di lahan seluas sekitar 26 are milik Balai Bibit Utama (BBU) Provinsi Bali, Karangdadi Desa Kusamba, Klungkung. Untuk itu, Mangku Pastika mendukung penuh pengelolaan sampah TOSS ini dan berharap terus diperbanyak.

Saat ini, Klungkung memiliki 25 TOSS pada masing-masing desa dinas serta 6 TOSS yang dibangun tahun ini dari 53 desa dinas. Jumlah ini menurut Bupati Suwirta akan terus diperbanyak sehingga ke depannya semua desa memiliki TOSS.

Dengan semakin banyak TOSS, diharapkan Klungkung menjadi percontohan mengelola sampah dengan baik di Bali. “Apabila pengelolaan sampah tidak ditangani dengan baik pemerintah yang berwenang baik tingkat kabupaten/kota justru menjadi ancaman pidana,” tegas Mangku Pastika.

Baca Juga :   Kresna Budi: Bantuan Rp 100 Miliar Kementan Diharapkan Bisa Bangkitkan Pertanian Bali

Dijelaskan pula terkait revisi UU tentang Persampahan nantinya akan diberlakukan pengenaan biaya kepada pihak-pihak yang menghasilkan sampah. Mengelola sampah, merupakan pekerjaan yang tidak mudah sehingga diperlukan komitmen pemimpin dan kesadaran masyarakat.

“Tetapi yang terpenting, sebuah komitmen dari seorang pemimpin. Butuh pemimpin yang mengabdi, jangan menghitung-hitung waktu, tenaga dan gengsi. Sosialisasi saja perlu dibarengi contoh dan itu dikerjakan,” imbuh Mangku Pastika.

Menurut Suwirta berbagai upaya dilakukan dalam mengatasi masalah sampah ini. Bahkan pihaknya meminta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Klungkung agar ngantor di TOSS Centre Gema Shanti. Upaya itu memastikan, kinerja DLHP bisa optimal sehingga Klungkung benar-benar bersih dari sampah.

“Saya pun setiap saat datang ke sini untuk mengontrol agar pengelolaan sampah tetap berjalan dengan baik,” ujar Suwirta didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung I Ketut Suadnyana.

Selama ini, diakui penanganan sampah  menemui banyak permasalahan, baik kepulan asap,  kebakaran TPA, lalat maupun bau sampah. Untuk itu, pihaknya kini merasa bahagia atas kedatangan rombongan Anggota DPD Mangku Pastika dalam upaya memberi solusi terkait kekurangan pengelolaan dan pelaksanaan TOSS Centre. TOSS Centre  juga disinergikan dengan program PKK serta Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali.

Pemilahan sampah di Klungkung saat ini sudah mencapai 70 persen lebih. Dengan  memprioritaskan dana desa untuk pengentasan kemiskinan dan penanganan sampah diharapkan pemilahan sampah bisa 100 persen.

TOSS merupakan program kerja sama Pemerintah Klungkung dengan Sekolah Tinggi Teknik Perusahaan Listrik Negara (STT PLN) dan PT Indonesia Power (IP). Upaya itu memaksimalkan fungsi pupuk organik untuk menyuburkan tanaman dalam mewujudkan Bali Pulau Organik serta Bali Clean and Green. (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar