Teja Tri Wahyudi dan Ayu Evita Trisnarini Kandidat Utama Pertukaran Pemuda Antar Negara

(Dutabalinews.com),I Gusti Ngurah Teja Tri Wahyudi (AIYEP) dan I Gusti Ayu Evita Trisnarini (SIYLEP) akhirnya terpilih menjadi kandidat utama yang mewakili Provinsi Bali dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN) keluar negeri setelah menjalani seleksi yang ketat.

PPAN adalah merupakan sebuah program kerja sama kepemudaan antara pemerintah Republik Indonesia dibawah naungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan beberapa negara di dunia diantaranya Kanada, Korea Selatan, Jepang, ASEAN, India, Australia, dan Tiongkok yang sudah terjalin sejak tahun 1974. Untuk mengikuti program tersebut kita/pemuda yang ingin mendaftar wajib mengikuti seleksi dan memenuhi beberapa persyaratan administrasi yang diselenggarakan oleh masing-masing panitia seleksi di provinsi.

Biasanya seleksi diagendakan pada bulan Maret-April dengan menyasar para pemuda-pemudi terbaik daerah yang akan bergabung bersama saudara-saudara se-Indonesia dalam merepresentasikan Indonesia di mata dunia. Sebuah kesempatan menambah wawasan dan pertemanan lintas negara.

Adapun cakupan seleksi yang dilaksanakan yaitu seleksi administrasi atau seleksi berkas dari bulan Maret-April 2021 yang memuat persyaratan umum seperti rentan umur program, karangan argumentasi, proposal rencana program kerja, dan kontribusi yang akan dilakukan setelah mengikuti program PPAN.

Selain itu peserta yang mendaftar dan dinyatakan lolos seleksi administrasi akan melewati tahapan wawancara mengenai wawasan umum, kenegaraan, dan program, kemampuan bahasa asing, kemampuan seni budaya, focus group discussion, dan wawancara mendalam.

Proses seleksi Pertukaran Pemuda Antara Negara Provinsi Bali Tahun 2021 telah dilaksanakan pada tanggal 25 April 2021 bertempat di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga, Renon, Denpasar. Tahun ini Provinsi Bali mendapat kuota peserta satu orang laki-laki untuk AIYEP (Australia-Indonesia Youth Exchange Program) dan satu orang perempuan untuk SIYLEP (Singapore-Indonesia Youth Leader Exchange Program).

Maka, dari hasil seleksi ditetapkan kandidat utama yang akan mewakili Provinsi Bali di dua program di atas yaitu I Gusti Ngurah Teja Tri Wahyudi (AIYEP) dan I Gusti Ayu Evita Trisnarini (SIYLEP) yang akan melanjutkan ke tahap pembekalan.

Sebelum kedua program dimulai, nantinya delegasi Bali akan bergabung bersama delegasi provinsi lainnya di Jakarta untuk melaksanakan PDT (Pre Departure Training) guna berlatih, belajar, dan menjalin kerja sama antar delegasi Indonesia. Untuk tahun ini AIYEP direncanakan akan digelar selama kurang lebih selama dua bulan dimulai pada Oktober sedangkan SIYLEP akan dilangsungkan selama sembilan hari di bulan Agustus mendatang.

Baca Juga :   Unud Terima Bantuan Kijang dari BPD Bali

Ni Komang Ernayanti, selaku ketua Penyelenggara Seleksi PPAN tahun 2021 Provinsi Bali menyampaikan apresiasi dan rasa syukur karna di tengah pandemi Covid-19, Provinsi Bali tetap mampu melaksanakan proses seleksi dan berkolaborasi dengan Disdikpora guna mencari kandidat terbaik untuk dua program di atas.

Erna juga berpesan bahwa pemuda tidak boleh menyerah apalagi berhenti berkarya dan berinovasi, maka harapannya Kandidat Utama yang terpilih mampu mengikuti program dengan baik sesuai dengan perkembangan dan sistem kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya, imbuh Ketua Penyelenggara yang merupakan Alumni Pertukaran Pemuda Indonesia-Australia pada tahun 2019.

Sedangkan bagi I Made Bayu Mahardika, alumni AIYEP 2020 yang perupakan delegasi pertama yang merasakan PPAN secara daring atau virtual menyampaikan beberapa kegiatan yang dilaksanakan yaitu webinar, kunjungan kenegaraan, mentoring, penampilan kebudayaan, dan magang yang seluruhnya dilakukan secara virtual. Bayu mendapat kesempatan magang di Australia-Indonesia Center, sebuah perusahaan partnership dalam bidang human development dan research yang bekerja sama dengan universitas ternama di Indonesia dan Australia.

Meskipun program dilaksanakan secara daring Bayu juga membuka diri terhadap segala bentuk perubahan yang ada karena yang terpenting adalah bagaimana kita memanfaatkan jaringan internasional ini untuk tumbuh dan berkarya sebagai putra daerah dalam mengharumkan nama bangsa dan negara.

Maka setelah program PPAN selesai, nantinya delegasi dari masing-masing program akan kembali ke daerah dan secara bersama-sama melakukan post-program activity atau kegiatan purna program mengenai implementasi pelajaran dan pengalaman yang didapat selama program untuk masyarakat dan lingkungan sekitar yang dinaungi sepenuhnya oleh organisasi Alumni yaitu PCMI (Purna Caraka Muda Indonesia). (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar