SOKSI Kenang 100 Tahun “Bapak Pembangunan” Soeharto

Kalau era Soekarno, dia dijuluki The Lion of Asia (Singa Asia), kemudian era Soeharto, bangsa Indonesia dijuluki The Tiger of Asia (Macan Asia) dan era Gus Dur ada istilah populer dari Rizal Ramli yaitu The Eagle of Asia (Rajawali Asia).

(Dutabalinews.com), Hari ini peringatan 100 tahun Presiden ke-2 RI Soeharto yang selama 32 tahun kepemimpinannya telah berhasil menghantarkan pembangunan nasional pada pertahanan negara di bidang ekonomi, keamanan nasional dan ketahanan pangan dengan capaian maksimal pada swasembada pangan.

Dan tidak kalah penting juga kepiawaian Pak Harto dalam komunikasi politik internasional sehingga sampai dijuluki Macan Asia untuk Indonesia.

“Semoga ke depan terlahir kembali Soeharto Soeharto yang lain dalam mengantarkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Ketua Harian DEPINAS SOKSI sekaligus Ketua DEPIDAR XXI SOKSI Bali, Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra yang akrab disapa Gus Adhi, Selasa (8/6).

Politisi Partai Golkar yang kini menjadi Anggota DPR RI periode kedua ini mengatakan
Presiden ke-2 Republik Indonesia itu lahir pada 8 Juni 1921 di Kemusuk, Yogyakarta. Kiprah Bapak Pembangunan itu menyisakan banyak kenangan manis di masyarakat Indonesia.

“Pak Harto adalah sosok yang sangat berjasa bagi Bangsa Indonesia. Selama 32 tahun menjadi Presiden Republik Indonesia, Soeharto mampu membawa arah kebijakan positif bagi Nusantara. Pak Harto mampu menghantarkan keberhasilan pembangunan di Tanah Air,” ujar Gus Adhi.

Anak Agung Bagus Adhi Mahendra Putra

Sebagai figur bersahaja, Soeharto tambah Gus Adhi, memiliki tangan dingin mewujudkan kedaulatan negara di berbagai bidang.  “Pak Harto berhasil adalah sosok yang berhasil mewujudkan pertahanan negara di bidang ekonomi, keamanan nasional dan ketahanan pangan dengan capaian maksimal pada swasembada pangan,” ungkapnya.

“Capaian Pak Harto ini harus menjadi teladan kita bersama. Dan tentunya ini bisa dijadikan sebagai pedoman pimpinan negara untuk membawa Indonesia sebagai negara yang berkepribadian dan berdaulat di segala bidang,” imbuhnya.

Gus Adhi berpandangan, negara sudah sewajarnya memberikan gelar tertinggi kepada sosok Soeharto. “Bila melihat berbagai capaian manis yang ditorehkan, sudah sepatutnya Pak Harto mendapatkan anugerah sebagai Pahlawan Nasional,” pungkas Gus Adhi. (ist)

Baca Juga :   Pileg 2019, Koster: Suara PDI Perjuangan Bali Naik Drastis

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar