Krista Virtual Exhibitions 2021, Wisata Kuliner Saat Ini Sebagai Wisata Minat Khusus

(Dutabalinews.com), Wisata kuliner saat ini sebagai wisata minat khusus. Wisata gastronomi sekarang menjadi tren. Makanan tidak hanya sesuatu yang dikonsumsi tapi sudah menjadi bagian dari lifestyle. Dengan lifestyle ini orang kembali ke produk lokal. “Kita juga bisa menumbuhkan pengetahuan “story behind the food” dan meningkatkan Kesehatan dan nutrisi masyarakat,” ujar Iyung Masruroh mewakili Kemenparekraf RI saat Konferensi Pers Pameran Virtual Krista Exhibitions 2021, Kamis (17/6).

Pameran Virtual Krista Exhibitions 2021 ini diikuti lebih dari 150 peserta, baik dari lokal maupun internasional. Dan juga lebih dari 30 pelaku UMKM ikut mempromosikan produknya. Dalam pameran virtual ini terdapat 50 acara menarik dihadiri 35 pembicara yang tentunya mengedukasi pengunjung yang mengikuti acara ini.

Adapun pengunjung Pameran Virtual Krista Exhibitions 2021 berasal dari berbagai segmen dan industri, seperti Catering & Catering Maskapai, Hotel, Restoran, Bar & Café, Bakery ,Toko Kue, Hypermarket, Supermarket, Classic Store, Mini Market, Pasar Tradisional, E-Commerce, E-Retailer, Toko Online, Market Place, Blogger Makanan, Produsen Makanan , Produsen Perikanan, Distributor, Importir & Eksportir, Perusahaan Dagang, Investor, Konsultan F & B, Lembaga pendidikan Kuliner, Lembaga Penelitian Swasta, Kantor Pemerintah dan Kedutaan Asing.

Dijelaskan Iyung Masruroh, gastronomi adalah elemen penting dari pariwisata. Generasi milenial dan Gen Z adalah target pasar wisata kuliner yang paling menjanjikan. Culinary traveler menikmati wisata aktif dan mengeluarkan uang paling banyak. Wisatawan mencari pengalaman bervariasi saat melakukan wisata kuliner. Teman dan keluarga, situs ulasan online dan media sosial adalah influencer terkuat dari keputusan perjalanan. “Wisatawan lebih menyukai pengalaman kuliner lokal, autentik dan bertanggung jawab secara sosial,” tambahnya.

Kemenparekraf juga meluncurkan program “Indonesia Spice Up The World” yang diharapkan melalui program ini, rempah Indonesia dapat berjaya kembali. Selanjutnya sedang dikembangkan juga Wellness Tourism sebagai sesuatu perjalanan yang terkait dengan berbagai upaya untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup seseorang dengan dimensi kebugaran yakni fisik, emosi, sosial, mental lingkungan dan spiritual. Implementasi produk bisa berupa herbal, makanan bernutrisi dan suplemen, perawatan aromaterapi, terapi tradisional, dan yang lainnya.

Baca Juga :   Wujud Nyata Kimia Farma bersama Panenpa, Berkolaborasi dalam Program Sinergi Pangan Negeri

Sementara narasumber Budhi Wibowo sebagai Ketua AP5I mengatakan produk-produk yang laku sekarang adalah produk olahan, permintaannya dari waktu ke waktu sangat besar. Kami sangat mendukung adanya Virtual Eastfood ini. “Semoga virtual expo ini sukses,” ujarnya.

Daud D. Salim selaku CEO Krista Exhibition mengatakan sangat penting mereka ingin menyaksikan secara virtual. Dimanapun mereka bisa menyaksikan secara virtual. Prosesnya sekarang lebih sederhana dan cepat. Setiap pembeli bisa memberikan pesanan barang, dia bisa pilih barang dan submit barang itu sebagai konfirmasi. Bisa juga live chat dan video call.

“Kita tampilkan potensi-potensi Indonesia seperti teh, kopi, kakao, hingga hasil laut. Disini kita bisa mempromosikan kepada masyarakat Indonesia dan internasional. Hampir 150 peserta mengikuti pameran ini, sebagian besar dalam negeri. Kami percaya melalui pameran ini bisa ada banyak komunikasi dan transaksi yang terjadi,” jelasnya.

Dino Kusnadi selaku Deputy Chief of Mission mengatakan hubungan bilateral Indonesia dan Tiongkok telah mencapai 71 tahun. Hubungan antara daratan Tiongkok dengan kepulauan Nusantara sudah berlangsung selama ribuan tahun secara dagang dan sosial budaya. (bas)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar