Paulus Santoso: Pasar Jamur di Australia Terbuka Lebar, Tabanan Diharapkan Dapat Tingkatkan Produksi

(Dutabalinews.com), Pasar aneka produk jamur di Australia sangat bagus. Karena itu budidaya jamur yang kini dikembangkan di Tabanan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat mengingat pasarnya terbuka lebar.

Demikian diungkapkan Paulus Santoso dari Perhimpunan Diaspora yang ada di Australia saat menjadi narasumber pada kegiatan reses Anggota Komite II DPD RI Dr. Made Mangku Pastika,M.M. yang mengangkat tema “Rencana Pilot Project Ecovilage Mushroom Kerambitan, Bali”, Senin (11/10).

Kegiatan yang berlangsung secara virtual dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara didampingi Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja juga menghadirkan narasumber praktisi jamur Emi, Gede Arta dan pelaku lainnya.

Paulus yang kini tengah merintis budidaya jamur di Desa Blumbang Kerambitan Tabanan ini mengajak warga bergabung dalam proyek ini dengan harapan nantinya bisa meningkatkan kesejahteraan warga.

Dikatakan saat pandemi ini Perhimpunan Diaspora yang ada di Australia berupaya mencari jalan keluar agar bisa membantu warga. “Saya sejak kecil menyukai jamur dan membudidayakannya. Sekarang saya di Australia juga melakukannya,” jelas Paulus.

Menurutnya ada dua hal penting dalam budidaya ini yakni produksi dan pemasaran. Jadi sinergi produksi dan pemasaran ini harus bisa dilakukan agar petani bisa untung. Selama ini menurutnya, pemasaran dimanfaatkan oleh pihak lain (tengkulak) untuk mendapatkan keuntungan lebih banyak dibandingkan petani.

Ia berharap dengan adanya proyek ini petani bisa fokus pada produksi. Sebab pemasaran sudah ditangani Ecovillage Agro. Paulus juga mengingatkan kalau sektor pertanian (Bali) sangat prospektif. Namun belum banyak diminati kaum muda, milenial.

“Mindset kaum muda masih menganggap sektor pertanian bukan untuk meniti karir, dianggap bukan karir yang keren. Padahal pertanian adalah sektor yang paling potensial untuk Bali. Saya harap budidaya jamur ini bisa mengangkat ekonomi masyarakat ke depannya,” tandas Paulus.

Apalagi budidaya jamur ini merupakan pertanian yang sustainable, ramah lingkungan dan memberi banyak manfaat baik sisi ekonomi maupun kesehatan. Sebab budidaya jamur bisa memanfaatkan bahan-bahan alam yang ada di lingkungan sekitar termasuk lahan kosong dan tidak produktif.

Baca Juga :   Sinergitas AMSI dan Dekranasda, dalam Rangka Pengembangan Sektor UMKM di Provinsi Bali

Sebagaimana diungkapkan Kepala Desa Blumbang yang menyampaikan di wilayahnya banyak lahan kosong dan tidak produktif. Dengan hadirnya proyek budidaya jamur ini diharapkan bisa memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat. “Kendala warga kami juga soal pemasaran,” tambahnya.

Praktisi budidaya jamur lainnya Emi, Arta dan Oka yang hadir dalam acara tersebut mengatakan untuk budidaya jamur cukup mudah san sederhana. “Jamur memerlukan tempat yang sejuk dan dekat sumber air. Kalau pemasaran tak begitu sulit. Cuma daya simpan jamur tidak lama, sekitar seminggu,” jelas Emi yang menekuni jamur sejak 2009 silam.

Rekannya Gede Arta dan Oka yang sebelumnya berprofesi sebagai arsitek itu menambahkan budidaya jamur bisa di lahan sempit dengan memanfaatkan bahan alam seperti untuk rumah jamur dari bambu dengan atap jerami atau alang-alang.

Sementara Dr. Mangku Pastika mengatakan
manfaat jamur sangat besar selain sebagai obat juga makanan yang bergizi tinggi dan memiliki rasa enak.

“Saya berharap dari masukan para narasumber ini bisa membantu budidaya jamur bagi siswa di SMA Taruna Mandara Buleleng. Mau lahan berapa luas dan apa yang diperlukan akan saya fasilitasi,” ujar Gubernur Bali 2008-2018 ini.

Mangku Pastika memuji potensi pertanian Bali yang sangat bagus dan produknya memiliki nilai ekspor tinggi. “Itu sebabnya saat menjabat Gubernur, saya bikin Simantri (Sistem Pertanian Terintegrasi) karena ingin pertanian dikelola lebih integrated dan ada teknologinya sehingga petani bisa lebih sejahtera,” tambah mantan Kapolda Bali ini.

Saat menjadi Gubernur Bali, penggagas Bali Mandara ini berhasil mendirikan 800-an kelompok Simantri yang dimana tiap kelompok dibantu 21 ekor sapi dan mampu menghasilkan pupuk, biogas dan sapi yang berkembang biak. Di akhir acara, Mangku Pastika melalui tim ahli Ketut Ngastawa menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada warga. (bas)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar