​Pertamina Wujudkan Pekarangan Pangan Lestari Kelompok Wanita Tani Nampo Sari Desa Ulakan Karangasem

(Dutabalinews.com),PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Integrated Terminal Manggis menyelenggarakan kegiatan pelatihan wujudkan pekarangan pangan lestari Kelompok Wanita Tani Nampo Sari Desa Ulakan, Rabu (15/06).

Bertempat di Wantilan Tanah Ampo Kec. Manggis, pelatihan yang turut dihadiri jajaran pemerintah daerah Kecamatan Manggis beserta manajemen Pertamina Integrated Terminal Manggis ini diisi oleh Idnul Fitria yang merupakan seorang urban gardener dan tergabung dengan Komunitas Pertanian Indonesia Berkebun yang diikuti lebih kurang 29 orang anggota kelompok.

Desa Ulakan merupakan salah satu desa adat yang ada di Provinsi Bali sehingga masyarakat masih sangat kental akan adat istiadat dan budaya. Seiring dengan tuntutan hidup masyarakat sebagai dampak dari kemajuan jaman yang semakin kompetitif, maka masyarakat membentuk kelompok untuk mendukung dan memudahkan dalam pemenuhan kebutuhan.

Pertamina Integrated Terminal Manggis menggandeng masyarakat Ulakan dalam satu payung program yang mengintegrasi seluruh bagian masyarakat dan mengembangkan berbagai macam aspek dalam bentuk program CSR bernama Program Jejaring Ulakan.

Program ini diusung sebagai bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan perusahaan. Aspek yang ingin dikembangkan di Desa Ulakan terdiri dari aspek ekonomi, pendidikan, kebudayaan, kesehatan hingga kebencanaan dan keselamatan masyarakat.

“Pertamina sudah sangat memperhatikan masyarakat Tanah Ampo. Hal ini terbukti dengan jangka waktu yang berdekatan sudah ada dua pelatihan dan pemberian bantuan yang diberikan untuk masyarakat Tanah Ampo, yang sebelumnya untuk kelompok nelayan dan sekarang untuk kelompok taninya. Untuk itu sekiranya masyarakat juga turut menjaga semangat dan membangun rasa tanggung jawab. Agar kedepanya masyarakat semakin maju,” jelas Putu Eddy Surya Artha, Camat Manggis.

Pelatihan yang diselenggarakan terdiri dari kegiatan pemberian materi dan praktek, sedangkan tema yang diangkat adalah P2L (Pekarangan Pangan Lestari) dengan metode urban farming. Pemilihan tema ini dikarenakan banyak dari anggota kelompok tani tidak memiliki lahan pertanian yang dapat digunakan untuk berkebun, sehingga selama ini kelompok tani hanya dimanfaatkan sebagai forum simpan pinjam saja.

Dengan mengusung metode urban farming, anggota kelompok dapat aktif menjalankan kegiatan berkebun dan bertani dari rumah dan dapat memperkuat ketahanan panngan keluarga salah satunya pemanfaatan sampah organik rumah tangga untuk dibuat kompos yang akan menghasilkan sistem pertanian yang ramah lingkungan dan sehat. Selain kegiatan pelatihan, pada acara yang sama juga dilakukan penyerahan bantuan alat pertanian dan peternakan kepada Kelompok Wanita Tani.

Baca Juga :   GoSend #SenangnyaInstan Jadikan Pengalaman Belanja Online Akhir Tahun Makin Menyenangkan

“Pertamina akan selalu berupaya untuk mendampingi masyarakat agar lebih sejahtera. Kelompok Nampo Sari sangat bagus dalam menjalankan roda keberlanjutan kelompok karena menerapkan sistem simpan pinjam dan adanya denda bagi anggota kelompok yang tidak berkomitmen. Sehingga hal ini dapat menjamin adanya keberlangsungan dari kegiatan di kelompok. Kami harap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan kami juga mengucapkan terimakasih atas dukungan dan partisipasi pemerintah dalam hal ini Kecamatan Manggis dan masyarakat hingga saat ini,” terang Hasfin Bagus Trianto, Sr Supervisor HSSE mewakili manajemen Pertamina Integrated Terminal Manggis.

Area Manager Comm., Rel. & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Deden Mochammad Idhani menjelaskan program CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus ini sejalan dengan penerapan Environment, Social & Governance (ESG) dan Sustainability Development Goals (SDGs).

Pertamina selalu berupaya seimbang dalam menjalankan bisnis perusahaan. Demi menjaga kesinambungan bisnis perusahaan, Pertamina juga berupaya mengembangkan program CSR terutama di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani merupakan suatu bentuk dukungan terhadap pencapaian tujuan SDGs terkait menuntaskan kemiskinan dan kesetaraan gender. Melalui penyelenggaraan pelatihan ini semoga dapat membantu Kelompok Wanita Tani dalam upaya membantu keluarga dalam peningkatan taraf hidup perekonomian untuk masayarakat sejahtera,” tutup Deden. (ist)

 

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar