​Capacity Building Bank Indonesia Provinsi Malut bersama Media, Menjajal Gunung Bromo dan Arung Jeram

GUNUNG Bromo adalah sebuah gunung berapi aktif di Jawa Timur, Indonesia. Gunung ini memiliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut dan berada dalam empat wilayah kabupaten, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan, Lumajang, dan Kabupaten Malang.

Gunung Bromo ini terkenal sebagai objek wisata utama di Jawa Timur dan menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.

Untuk melihat gunung Bromo, para pendaki harus lebih awal berada di atas puncak, sebelum terbitnya matahari karena di sinilah letak keindahan dari gunung Bromo.

Saat itu, kami bersama rombongan dipandu seorang gandis cantik bernama Diva Risma Intan Larasati atau kerap disapa Dipo, gadis berusia 17 yang sangat aktif dalam mengatur rute wisata kami di Gunung Bromo. Larasati menerima rombongan wisatawan Capacity Building Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara setibanya di lokasi transit beralih dari mobil travel ke mobil Jeep menuju ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Rabu (22/6/2022) tepat pukul empat pagi waktu setempat.

Seluruh rombongan ini merasa kedinginan karena berada di atas puncak. Satu persatu mulai mencari selimut dan jacket untuk menghagatkan tubuh. Tertawa dan canda mulai terdegar ketika menjelang pagi,

Larasati mulai bercerita hal yang paling menyenangkan dari profesi ini yaitu, bertemu orang yang sebelumnya tidak pernah bertemu, kesannya sangat senangsenang. “Karena waktunya cuma sedikit dan kita belum pernah ketemu sebelumnya,” ucapnya ceria.

Selain itu, kami juga menikmati keindahan alam di dekat kawah gunung Bromo dengan swafoto. tak disangka driver jeep ini bukan hanya sebagai driver saja, melaikan mereka juga bisa memotret dengan baik. Ada beberapa bidikan yang terlihat sangat profesional.

Dari gunung Bromo kita beralih ke Probolinggo. Di Jawa Timur memiliki banyak wisata andalan yang wajib dikunjungi, salah satunya, Songa Adventure di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo. Di sinilah kami para jurnalis Maluku Utara bersama Protokol Pemprov dan Pemkot serta rombongan dari Bank Indonesia mencoba sensasi baru yaitu, Arung Jeram.

Baca Juga :   Mencuri, Warga Bulgaria dan Inggris Dituntut Hukuman Dua Tahun Penjara

Sebelum memulai perjalanan masuk ke sungai, pemandu wisata ini memberikan aba-aba terlebih dahulu. Kami semua diminta harus menggunakan life jacket dan helm sebagai pelindung agar saat rafting terasa aman dan nyaman di perjalanan.

Kamis pagi, sekitar pukul 06.00 WIB, kami memulai perjalanan dari Malang ke Probolinggo dengan jarak tempuh kurang lebih tiga jam perjalanan, tentunya sangat melelahkan. namun inilah yang terbayarkan, karena ada Arum Jeram.

Sepanjang aliran sungai kami ditemani guide profesional dengan  pelayanan yang sangat ramah. Mereka sangat baik dan selalu memberitahukan sesekali diperbolehkan berhenti di spot mana saja untuk berswafoto. Bahkan di perjalanan, sudah ada tim videografi yang siap mengabadikan momen-momen istimewa di atas perahu karet  dengan gayanya masing-masing.

Menurut Caca, sensi semacan ini baru pertama kali ia rasakan. Awalnya belum terbiasa, setelah masuk ke sungai, ketakutanpun terbayarkan karena kami disuguhkan dengan panorama alam yang masih asri dan banyaknya air terjun. Keseruan inilah yang kami temukan di Probolinggo Jawa Timur.

“Awalnya masih takut karena belum terbiasa, tapi saya mencoba ini karena melihat banyak teman-teman yang naik. Tapi percaya karena ditemani guide profesional jadi saya memberanikan diri ternyata sensainya luar biasa menarik, terbayarkan hari ini pokoknya ini paling menyenangkan bisa mandi-mandi di sungai ditemani banyaknya air terjun disini,” ungkapnya.

Sementara itu, Nasrin yang merupakan perwakilan Protokol Pemprov Maluku Utara, mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kepala Bank Indonesia Maluku Utara yang sudah menjadikan sebagai mitra kerja. Mulai dari ikut pelatihan fotografi bersama dengan insan pers Maluku Utara, baik di ruangan maupun di lapangan. Tentunya ini memberikan kesan yangg sangat berarti bagi kami, setelah dilanda Covid-19. Yang membuat kita harus dirumahkan kurang lebih dua tahun lamanya  tanpa berada di spot-spor wisata seperti yang sudah kami kunungi yaitu, gunung bromo dan Songa Adventure di Desa Pesawahan, Kecamatan Tiris Kabupaten Probolinggo.

“Saya atas nama Protokol Malut mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Kepala BI Malut, Pak Deputi Kepala BI dan Mas Yoga serta jajarannya yang telah menjadikan kami semua sebagai bagian dari Tim Pelatihan bersama  dengan Insan Pers Malut dalam kerja Tim, baik di ruangan maupun di lapangan. sekali lagi sangat memberikan kesan yang sangat berarti setelah sekian lama harus dirumahkan kurang lebih 2 Tahun lamanya  tanpa berada di spot-spot wisata,” pungkasnya. (udi) 

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar