Kersos Keswan XXXVII FKH Unud Beri Pelayanan Kesehatan Hewan

Pembukaan kegiatan Kersos Keswan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Dekan FKH Unud, Ketua PDHI, serta Camat Banjarangkan. Kerja sosial kesehatan hewan (Kersos Keswan) merupakan salah satu program BEM FKH Unud yang wajib diikuti mahasiswa semester akhir FKH Unud yang bertujuan untuk melakukan pelayanan kesehatan hewan kepada masyarakat dan melatih mahasiswa untuk lebih terampil dalam bidang kedokteran hewan.

Pada dasarnya kegiatan Kersos Keswan XXXVII FKH Unud ini berfokus pada pemberian pelayanan kesehatan hewan berupa kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi kepada masyarakat khususnya perihal penyakit rabies. Hal tersebut merupakan cerminan dari tema yang mereka angkat, yakni “Mewujudkan ‘Bali Bebas Rabies’ melalui Keselarasan Insan Muda Veteriner Bersama Masyarakat”.

Rangkaian kegiatan Kersos Keswan dilaksanakan selama tiga hari terhitung sejak tanggal 29 Juni–1 Juli 2022 yang berlokasi di beberapa banjar dan desa di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Bali. Desa yang menjadi sasaran kegiatan Kersos Keswan FKH Unud diantaranya  Desa Bakas, Desa Tihingan, dan Desa Nyalian. Lokasi ini dipilih karena banyaknya kasus rabies yang terjadi sehingga dirasa perlu untuk diberikan pelayanan kesehatan terhadap hewan sekaligus sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya kesehatan hewan.

Hari pertama Kersos Keswan diawali dengan pembukaan yang berisi sambutan-sambutan oleh ketua panitia, ketua BEM, Camat Banjarangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Klungkung, serta Dekan FKH Udayana.

Setelah dibukanya kegiatan Kersos Keswan, peserta mendapatkan pengarahan dari masing-masing dosen pembimbing berkenaan dengan kegiatan Kersos Keswan ini. Pada hari pertama, peserta melakukan kegiatan vaksinasi, edukasi serta sosialisasi kepada masyarakat di Desa Bakas yang meliputi Banjar Kangin, Banjar Kawan, Banjar Peken, Banjar Pering, dan Banjar Kreteg.

Kegiatan dilaksanakan secara door-to-door, setiap gugus akan berkunjung ke rumah warga untuk memberikan pelayanaan kesehatan hewan yang berupa pemberian vaksinasi pada anjing, penyuntikan vitamin, dan  pemberian anti ektoparasit pada ternak. Tidak hanya itu, para peserta juga memberikan edukasi kepada masyarakat perihal pencegahan serta penanganan kasus rabies. Kegiatan hari pertama diakhiri dengan diskusi bersama oleh dosen pembimbing.

Baca Juga :   Kariyasa Adnyana: Bank Bisa Bantu PMI melalui KUR

Di hari kedua, kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipimpin oleh panitia. Hal ini cukup membakar semangat para peserta untuk dapat melaksanakan kegiatan Kersos Keswan selanjutnya. Kali ini kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi dilaksanakan di Desa Tihingan yang meliputi Banjar Pau, Banjar Penasan, Banjar Mengune, dan Banjar Tihingan serta Desa Nyalian yang meliputi Banjar Kelodan, Banjar Pemenang, Banjar Pekandelan, Banjar Kapit, Banjar Griya, Banjar Umanyar, Banjar Tegal Wangi, dan Banjar Dukuh. Kegiatan dilanjutkan dengan malam keakraban oleh peserta, panitia, dan begitu juga tamu undangan.

Jumat, 1 Juli 2022 dilaksanakan penutupan kegiatan Kersos Keswan XXXVII Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Agenda ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Klungkung, Camat Banjarangkan, Staf Dinas Pusat Kesehatan Hewan dan sejumlah tamu undangan lainnya. Penutupan Kersos Keswan dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana yang diwakili oleh Dosen Pembimbing Kersos Keswan, drh. I Wayan Sukernayasa, M.Si, yang secara simbolis dilakukan dengan pelepasan name tag oleh seluruh peserta.

Dari serangkaian kegiatan Kersos Keswan yang telah dilaksanakan terjadi beberapa kendala, salah satunya miskomunikasi terkait pelaksanaan vaksinasi. Daerah sasaran vaksinasi ternyata telah mendapatkan vaksin pada bulan April lalu.

Kemudian terdapat sejumlah keperluan vaksinasi yang tidak tersedia, salah satunya kapas usap alkohol. Selain itu, turunnya hujan pada saat acara berlangsung membuat beberapa kegiatan yang telah direncanakan dibatalkan. Adanya kendala-kendala tersebut diharapkan dapat menjadi pembelajaran untuk kegiatan-kegiatan yang akan datang sehingga nantinya dapat terlaksana dengan baik tanpa terulang kembali.

Terlepas dari hal tersebut, antusiasme masyarakat Kecamatan Banjarangkan terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi, edukasi, dan sosialisasi ini patut diacungi jempol. Sangat terbukanya masyarakat dengan kegiatan ini, dapat diartikan bahwa sebagian besar masyarakat Bali telah teredukasi dan tersosialisasi dengan baik mengenai penyakit rabies dan vaksinasi.

“Semoga dengan hadirnya Kersos Keswan yang ke-37 mampu memberantas rabies di desa ini dan mampu memberikan implementasi ilmu-ilmu kedokteran hewan kepada masyarakat.” ujar Ketua Panitia Kersos Keswan XXXVII Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana sebagai harapan dari terlaksananya kegiatan ini.

Baca Juga :   Ketut Suastika: Tinggi Potensi Pariwisata Nusa Lembongan

(sumber: www.unud.ac.id)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar