​Pengawasan dan Pelaksanaan Dana Desa, Komite IV DPD RI Kunjungi Badung

(Dutabalinews.com),Wakil Ketua III DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin mengatakan kondisi Kabupaten Badung yang dalam suasana mulai semakin ramai sebagai hal yang patut disyukuri. Apalagi di tengah kondisi Covid yang semakin hari semakin landai dan terkontrol serta Badung menjadi tempat dilaksanakannya G20.

“Hampir 2 tahun Badung betul-betul terpuruk. Tetapi sekarang semakin hari semakin baik dan harapan ke depannya bisa tetap menjadi yang terdepan dari sisi pendapatan negara penyumbang dari sektor pariwisata,” ungkap Sultan Bachtiar Najamudin bersama rombongan saat mengunjungi Badung bertempat di Ruang Rapat Kertha Gosana, Puspem Badung, Senin (3/10).

Rombongan Komite IV DPD RI yang dipimpin Wakil Ketua III DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin diterima Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta. Turut hadir Ketua Komite IV DPD RI (Bidang Keuangan dan Perbankan) Elviana, Anggota DPD RI Perwakilan Bali Dr. Made Made Mangku Pastika,M.M., Sekda Badung Adi Arnawa dan OPD terkait.

Sultan mengatakan kunjungan ini dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2021 tentang APBN Tahun Anggaran 2022, yang difokuskan pada Dana Desa dalam rangka menuju Otonomi Dana Desa. “Atas nama pimpinan DPD RI saya ucapkan terima kasih sudah menerima kami dengan baik,” ujar Sultan.

Sementara Bupati Nyoman Giri Prasta mengatakan, penggunaan Dana Desa di Kabupaten Badung tetap diarahkan pada Jaring Pengamanan Sosial Desa Aman Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional yang mencakup sektor strategis nasional antara lain komunikasi, pariwisata, pencegahan stunting dan pencegahan bencana.

Adapun prioritas penggunaan Dana Desa tahun 2022 yang pertama Sustainable Development Goals (SDGs) Desa dimana Undang-Undang Desa memandatkan bahwa tujuan pembangunan desa adalah meningkatkan kesejahteraan Desa dan kualitas kehidupan manusia serta penanggulan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan, sarana dan prasarana desa, pengembangan ekonomi lokal serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Kedua, untuk mewujudkan delapan tipologi desa yaitu desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa ekonomi tumbuh merata, desa peduli kesehatan, desa peduli lingkungan, desa peduli pendidikan, desa ramah perempuan, desa berjejaring dan desa tanggap budaya.

Baca Juga :   Musprov IARMI Bali, Arya Amitaba,S.E.,M.M. Terpilih secara Aklamasi sebagai Ketua

Ketiga, pemulihan ekonomi nasional melalui BLT Dana Desa, ketahanan pangan dan penanganan Covid-19. Keempat yaitu penggunaan dana desa sesuai kewenangan desa, penanggulangan kemiskinan, pembentukan dan peningkatan BUMDES, pembangunan dan pengembangan ekonomi produktif.

Giri Prasta menambahkan untuk tahun 2022, dari 46 desa di Kabupaten Badung, PAGU dana desa diterima sebesar Rp. 47.501.659.000. Ini khusus dari dana desa yang Permendesnya adalah Permendes Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas penggunaan dana desa.

Untuk penanganan pandemi berkenaan BLT yang dikeluarkan pemerintah pusat melalui Kemendes dan sudah dilaksanakan dengan baik. Bahkan untuk BLT ini diluar daripada tanggungan pemerintah pusat,  Kabupaten Badung juga melaksanakan refocusing dan realokasi anggaran sehingga di luar bantuan pusat ini, Kabupaten Badung memberikan bantuan kepada masyarakat Badung.

Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai yang dilaksanakan oleh Kemensos, diluar itu Pemerintah Kabupaten Badung juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Badung. (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar