TIM PKM ITB ‘Bali Mereresik’ Go To School Dalam Rangka Edukasi dan Sosialisasi Pengelolaan Sampah

(Dutabalinews.com), Tim Pengabdian kepada Masyarakat Institut Teknologi Bandung (PkM ITB) ‘Bali Mereresik’ yang dipimpin oleh dosen Teknik Lingkungan ITB – Dr. I Made Wahyu Widyarsana, S.T, M.T dan didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITB kembali melakukan edukasi dan sosialisasi dengan memperkenalkan pengertian dan pengelolaan sampah serta dampak negatif dari sampah yang tidak dikelola dengan baik kepada siswa-siswa SD di SDN 8 dan SDN 2 Padangsambian, Kota Denpasar, Provinsi Bali.

Sosialisasi dan edukasi kali ini dilakukan dengan menyasar kelas-kelas tinggi di kedua SDN tersebut yakni kelas V dan VI di SDN 8 Padangsambian dan kelas IV dan V di SDN 2 Padang sambian. Alasan menyasar kelas tinggi, disebabkan kelas-kelas ini sebelumnya belum pernah diberikan materi tentang pengelolaan sampah di sekolah karena terhalang oleh pandemi yang membuat mereka belajar dari rumah.

Sebelum dilakukannya sosialisasi dan edukasi, Tim PKM ITB ‘Bali Mereresik’ melakukan observasi kondisi pengelolaan sampah di kedua SD tersebut dimana kedua SD tersebut sudah menyediakan tempat sampah terpilah namun isinya masih tercampur. Oleh karena itu, Kepala Sekolah serta petugas kebersihan dari kedua SD tersebut sangat mengharapkan adanya sosialisasi dan edukasi untuk mengajarkan siswa-siswa di kedua SD ini pentingnya pengertian sampah dan membuangnya ke tempat sesuai dengan jenis sampahnya. Kemudian kedua SD ini juga pernah mengadakan bank sampah setiap hari sabtu dimana setiap siswa haru membawa sampah anorganik dari rumah yang sudah dikelompokkan berdasarkan jenisnya kemudian dimasukkan ke catatan buku tabungan dan sampah yang dikumpulkan dikirim ke bank sampah induk tetapi kegiatan tersebut juga terhenti karena pandemi.

Selain itu, Tim PKM ITB ‘Bali Mereresik’ juga menyediakan soal-soal pretest yang dibagikan kepada siswa-siswa SD sebelum dilakukan sosialisasi dan edukasi untuk mengukur sejauh mana pemahaman eksisting siswa tentang sampah. Soal pre-test terdiri dar lima soal yang berisi tentang pengertian sampah, pengelompokkan sampah, sudah atau belumnya dilakukan pemilahan sampah, pengertian 3R, dan dampak dari sampah yang tak terkelola dengan baik. Hasil yang olah data dari jawaban siswa-siswa menunjukkan bahwa siswa tersebut hampir semua mengerti bahwa sampah adalah barang yang harus diolah dan memiliki nilai ekonomis sehingga tidak hanya sekedar barang yang tidak lagi terpakai dan harus dibuang.

Baca Juga :   ​Cok Ace Bersama Komponen Pariwisata Doakan Wabah di Wuhan Cepat Berlalu

Para siswa pun juga memahami bahwa sampah terbagi menjadi tiga kelompok yakni anorganik, organik, dan B3/residu serta mereka paham juga bahwa 3R memiliki arti reduce, reuse, recycle dan dampak dari sampah yang tidak dikelola dengan benar seperti berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan serta dapat menyebabkan banjir. Setelah dilakukan edukasi dan sosialisasi, para siswa kembali diberikan soal post-test untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka setelah diperkenalkan tentang pengertian, jenisjenis, dan cara pengelolaan sampah serta tiap siswa diwajibkan untuk menulis pesan dan kesan selama sosialisasi dan edukasi ini.

Hasil yang diperoleh hampir semua siswa memahami lebih jauh tentang sampah seperti sampah mana saja yang bisa didaur ulang dan dikompos dan memahami pengertian dari masing-masing 3R. Para siswa merasa sosialisasi dan edukasi ini sangat seru dan bermanfaat untuk wawasan pengelolaan sampah seperti agar lingkungan khususnya SD mereka menjadi bersih dan asri. Tim PKM ITB ‘Bali Mereresik’ juga memberikan tas kompos untuk pihak sekolah dengan maksud agar pengelolaan sampah organik juga dilakukan dengan optimal ke depannya. (ist)

Mungkin Anda Menyukai

Berikan Komentar